Tulungagung, Arahjatim.com – Perkembangan informasi yang begitu cepat pada semua lini, mau tidak mau akan mendapatkan respon yang cepat di masyarakat. Salah satu informasi, adalah temuan PPATK, yang menyebutkan , banyaknkalangan yang ternyata terlibat dalam judi online ( judol ), yang saat ini menjadi pembahasan serius oleh negara.
Dalam situasi yang hampir bersamaan dengan hari ulang tahun kepolisian 1 Juli, polisi sebagai bagian dari APH tidak bisa tinggal diam terkait data itu.
Polres Tulungagung, akan menindaklanjuti maraknya judi online yang telah meresahkan masyarakat di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Tulungagung, AKBP H. Teuku Arsya Khadafi saat dikonfirmasi media , termasuk Arahjatim.com. melalui pesan (WA ) WhatsApp, Sabtu 29/6/2024.
“Baik, yang jelas terkait dengan masalah judi online, saya sudah perintahkan dan ini juga sudah menjadi perintah Bapak Presiden untuk diusut tuntas,” kata Listyo Sigit kepada wartawan, Jumat 28/6/2024, dikutip dari wartakota. Jangan tergoda untuk melakukan judi online karena pasti rugi lahir bathin serta adanya ancaman pidana bagi pelaksana ataupun pemainnya “, tegas Kapolres melalui pesannya.
Seperti diketahui, data PPAK sangat jelas menyebutkan, bahwa kini yang terpapar Judol, sudah masih dan hampir di semua kalangan. Temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengungkap ada lebih dari 1.000 orang anggota legislatif baik pusat maupun daerah yang bermain judi online, Dari data itu APH harus menyiapkan diri melakukan penindakan.
“Nanti bila kami mendapatkan turunan informasi tersebut dari PPATK akan kami tindak lanjuti. Perintah pimpinan tegas, maka kami yang merupakan bagian dari itu akan maksimal menjalankan perintah pimpinan” tambahnya. ( don1 ).












