Tulungagung, ArahJatim.com – Dalam sepekan terakhir masyarakat Tulungagung disuguhi berita berita , baik perbincangan warung kopi dan selebaran info medsos, bahwa 4/9/2025, akan ada demo di Tulungagung. Suasana yang belum resmi sumbernya ini sedikit banyak berpengaruh terhadap masyarakat. Dari pantauan arahJatim com, tidak sedikit toko roko di wilayah kota , mulai berpikir, buka atau tidak. Dalam suasana seperti ini, setelah melakukan rakor dan beberapa kegiatan pencegahan dan edukasi masyarakat, Selasa 2/9/2025, pemerintah kabupaten Tulungagung bersama unsur forkopimda, melakukan tindakan antisipasi. Kegiatan yang berlangsung dihalaman kantor Pemkab Tulungagung, menggelar Apel Kebangsaan, yang diikuti hampir semua potensi masyarakat. Apel diikuti unsur kepala desa, tokoh masyarakat, organisasi pencak silat, media, TNI-Polri dan masih banyak lagi.
Acara ini dikandung maksud, agar seluruh potensi masyarakat bisa satu fisi menjaga Tulungagung, agar terjaga kondusifitasnya.
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, S.H., S.I.K., MTCP., menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang mencoba menunggangi aksi masyarakat hingga berujung pada kerusuhan.
“Polres Tulungagung tidak memiliki kewenangan melarang penyampaian pendapat, namun menegaskan batasan tegas antara aksi damai dan pelanggaran hukum “.
Menurutnya, berdasarkan analisis kejadian di Kediri maupun Blitar, kerusuhan yang terjadi bukanlah aksi penyampaian pendapat, melainkan ulah provokator yang sengaja memperkeruh suasana. “Itu bukan unjuk rasa, bukan penyampaian pendapat. Aksi dilakukan malam hari tanpa korlap, tanpa penanggung jawab, dan tanpa tuntutan jelas. Itu murni tindakan anarkis,” tegas Kapolres usai memimpin Apel Kebangsaan di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Selasa,2/9/2025. (don1)










