Kabar Gembira, Insentif Nakes Tidak Jadi Dipotong

oleh -

Kediri, ArahJatim.com –  Kementerian Kesehatan memastikan pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes) tidak akan mengalami keterlambatan dan tidak ada pemotongan Insentif untuk nakes diberikan tetap sama dengan tahun 2020.

Hal itu diungkapkan dr Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri di kantor Dinas Kesehatan Kota kediri yang beralamat  Jl. RA Kartini No.7, Pocanan, Kec. Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur, hari senin (8/22021)

“Memang kabar pertama, akan ada pemotongan untuk insentif tenaga kesehatan. Tetapi, untuk saat ini tidak ada pemotongan dana insentif untuk tenaga kesehatan, dan besarannya sama dengan tahun 2020 lalu”, ujarnya

Sebanyak 350 Tenaga medis dan kesehataan dibawah naungan Dinas Kesehatan Kota Kediri akan menerima uang insentif dari Kementrian kesehatan, untuk tahun 2021, dalam penanganan covid 19. Program ini, merupakan program lanjutan sejak bulan April 2020 lalu.

Untuk diketahui, penerima intensif di Kota Kediri, untuk dokter spesialis Rp. 15 juta perbulan, dokter umum dan dokter gigi Rp. 10 juta per bulan, bidan dan perawat Rp. 7.5 juta perbulan, tenaga kesehatan lainnya Rp. 5 juta perbulan serta santunan kematian sebesar Rp. 300 juta.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Askolani, menyatakan, besaran tunjangan tenaga kesehatan (tunjangan nakes) yang menangani Covid-19 pada 2021, masih tetap sama dengan insentif tenaga kesehatan tahun 2020. Saat ini, Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan masih melakukan konsolidasi dan melakukan peninjauan kembali terkait insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

Sehingga, belum ada perubahan kebijakan terkait besaran insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 saat ini.

Pemerintah, saat ini juga mempertimbangkan tahun 2021 dengan dimulainya program vaksinasi, maka untuk tenaga vaksinasi juga diberikan apresiasi oleh pemerintah. (das)