
Banyuwangi, ArahJatim.com – Menjelang perayaan Nyepi 1941 Caka di Bali, aktivitas pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur mulai dipadati penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua maupun empat, Selasa (11/3/2019) siang. Sejumlah kapal Ferry dari pelabuhan Gilimanuk-Bali menuju pelabuhan Ketapang terlihat selalu penuh didominasi mengangkut kendaraan roda dua. Diprediksi, arus penumpang pejalan kaki maupun kendaraan roda dua dan empat akan terus mengalir hingga Rabu malam.
“Meski terlihat cukup padat, namun peningkatan [jumlah] kendaraan utamanya roda dua dari Bali ke Jawa hanya sekitar 3 persen dari hari biasanya. Pihak ASDP Pelabuhan Ketapang juga belum menambah trip pelayaran. Jumlah kapal yang disiagakan juga tidak berubah, dari total 56 kapal, hanya 32 kapal yang beroperasi. Jadwal sandar dan bongkar muat kapal juga masih normal,” ungkap Capt Solikin, General Manager PT Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang-Gilimanuk.
Namun jika nantinya jumlah penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk meningkat tajam dan terjadi antrean kendaraan, jadwal sandar serta bongkar muat dipercepat juga akan menambah trip pelayaran.
“Penumpang dari Gilimanuk ke Ketapang didominasi [kendaraan] roda dua. Meningkat sekitar 2-3 persen. Kalau kendaraan pribadi, masih normal. Jumlah kapal dan intensitas penumpang masih normal. Kita masih bisa atasi dengan kapal yang ada,” kata Capt. Solikhin.

Pada perayaan Nyepi 1941 Caka nanti, aktivitas pelabuhan penyebrangan Ketapang-Gilimanuk akan ditutup total mulai Rabu malam, tanggal 6 Maret 2019 pukul 23.30 WIB dan baru dibuka kembali pada Jumat pagi, tanggal 8 Maret 2019 pukul 04.30 WIB. Terkait penghentian sementara aktivitas penyeberangan, PT Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang-Gilimanuk mengimbau kepada pengguna jasa penyeberangan untuk tidak melakukan perjalanan ke Bali pada saat terjadinya penutupan.
Baca juga :
- Bupati Blitar Buka Acara Tawur Kesanga, Acara Perayaan Jelang Nyepi
- Ritual Melasti Dihadiri Ribuan Umat Hindu, Pihak Pemkab Mendukung Acara Tersebut
Sementara, mengantisipasi terjadinya antrean panjang kendaraan selama Nyepi, pihak ASDP Ketapang juga akan menyiapkan sejumlah kantung parkir di areal pelabuhan dan menambah areal parkir di Stasiun Kereta Api Banyuwangi Baru dan Terminal Bus Sritanjung Ketapang.
Selain itu pihak ASDP Ketapang juga menyiapkan 8 loket untuk roda dua dan empat serta akan melakukan pendataan manifest dengan sistem jemput bola. Peningkatan arus penumpang selama Nyepi adalah fenomena tahunan, skenario penanganannya tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya.
”Ini fenomena tahunan, setiap jelang nyepi kendaraan yang dari Bali meningkat, jadi skenario penangananya juga sama seperti tahun sebelumnya” pungkas Solikhin.
(ful)






