Janji Manis Wanita Cantik Berbuah Kerugian Ratusan Juta, Beginilah Modusnya

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – DF, warga Desa Banyu Anyar, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi hanya bisa tertunduk saat mengikuti gelar perkara di Ruang Rupatama Mapolresta Banyuwangi, Rabu (6/5/2020) siang. Wanita muda cantik ini ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti menggelapkan dana para nasabahnya yang didepositokan pada investasi bodong miliknya.

Kasus ini berawal pada bulan Maret lalu. Saat itu tersangka mengajak rekan-rekannya untuk menginvestasikan sejumlah uang kepada dirinya.

Dengan iming-iming keuntungan bunga 40 persen, tersangka sangat cepat dan mudah mendapatkan uang deposito senilai, 450 juta dari para korbannya yang tergiur bunga tinggi. Oleh tersangka, uang deposito beserta bunganya dijanjikan akan dicairkan mendekati lebaran ini.

Namun, hingga jatuh tempo yang ditentukan uang investasi berbunga tersebut tidak kunjung dicairkan. Para korban pun mendesak tersangka agar segera mencairkan uang investasi untuk keperluan lebaran.

Saat ditagih para nasabah, tersangka berbelit-belit. Lantaran tidak kunjung dicairkan, ke-56 nasabah yang merasa menjadi korban penipuan akhirnya melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, ternyata uang senilai Rp 450 juta rupiah milik nasabahnya tersebut sudah habis digunakan tersangka untuk keperluan pribadi dan sebagaian dipinjamkan kepada orang lain.

“Berawal dari laporan beberapa saksi akhirnya kita bisa mengungkap kasus ini. Tersangka memberikan iming-iming bunga yang cukup tinggi mencapai 40 persen dari uang yang didepositokan. Karena iming-iming inilah korban jadi tergiur. Namun dalam prakteknya, tersangka tidak bisa mencairkan dana sesuai jatuh tempo yang disepakati,” ungkap Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Kapolresta Banyuwangi.

Kapolresta menambahkan, atas peristiwa tersebut pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terbujuk rayu dengan investasi yang menjanjikan bunga deposito tinggi  dan janji pencairan dengan waktu yang cukup singkat agar tak menjadi korban investasi bodong lainnya.

“Masyarakat harus teliti dan jangan mudah tergiur dengan janji-janji manis agar tak menjadi korban penipuan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat polisi dengan sangkaan pasal penipuan dan penggelapan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” imbuh Arman. (ful)