Jadi Titik Lokasi Rukyatul Hilal, Bukit Banjarsari Bisa Jadi Objek Wisata Religi

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48085676098_48076486cb_b.jpg
Bupati Blitar Drs H Rijanto dan Kapolres Blitar Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha bergantian coba membidik Hilal dengan menggunakan teropong. (Foto: arahjatim.com/hms/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Bupati Blitar Drs H Rijanto menghadiri Rukyatul Hilal Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar untuk menentukan jatuhnya 1 Syawal 1440 Hijriyah, di Bukit Banjarsari Desa Wonotirto, Kecamatan Wonotirto, Senin (3/6/2019).

Dalam sambutannya Bupati Rijanto mengatakan, sebelumnya Rukyatul Hilal dilakukan di Pantai Serang. Namun di pantai yang terletak di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo itu sejak pertama kali digelar tercatat Hilal hanya terlihat satu kali.

“Sebelumnya dulu sejak jaman Bupati Muhadi sampai saya jadi bupati, tercatat Hilal hanya sekali terlihat di Pantai Serang,” ungkap Rijanto.

pasang iklan_rev3

Karenanya, setelah melalui berbagai pertimbangan maka diputuskan Rukyatul Hilal dipindah dari Pantai Serang ke Bukit Banjarsari.

“Atas beberapa pertimbangan akhirnya diputuskan digeser dari Pantai Serang ke Bukit Banjarsari. Saat penentuan 1 Ramadan lalu, alhamdulillah Hilal dapat terlihat dari Bukit Banjarsari. Dan semoga hari ini juga membuahkan hasil,” jelasnya.

Pada kesempatan itu orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini mengatakan tidak menutup kemungkinan Bukit Banjarsari dalam perkembanganya akan menjadi objek wisata religi.

“Bukit Banjarsari ini posisinya bagus, udaranya sejuk sehingga tidak menutup kemungkinan ke depan akan menjadi objek wisata religi,” imbuhnya.

Sementara pada sore itu, Hilal tak terlihat dari Bukit Banjarsari. Saiful Ali anggota Badan Hisab Rukyat (BHR)  Kabupaten Blitar mengatakan posisi Hilal masih di bawah ufuk.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto mengatakan, dengan posisi yang bagus serta udaranya yang sejuk tidak menutup kemungkinan Bukit Banjarsari ini ke depan bisa menjadi objek wisata religi. (Foto: arahjatim.com/hms/mua)

“Saat ini tinggi Hilal -0°26. Sementara Hilal tenggelam pukul  17.20 WIB. Padahal matahari tenggelam pukul 17.22, nah ini tidak mungkin dirukyat karena Hilal sudah tenggelam, matahari masih nampak,” ungkap Saiful Ali.

Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Blitar Suhadi mengatakan Bukit Banjarsari merupakan salah satu dari 150 titik di Indonesia yang digunakan untuk melihat Hilal. Sebagai referensi sidang Isbat Kementerian Agama RI.

“Hasil ini akan langsung kami laporkan ke Kemenag RI sebagai referensi sidang Isbat karena Bukit Banjarsari Kabupaten Blitar ini merupakan  satu dari 150 titik di seluruh Indonesia yang digunakan untuk lokasi Rukyatul Hilal,” terang Suhadi. (Adv.hms.mua)

No More Posts Available.

No more pages to load.