Surabaya, ArahJatim.com – Lebih dari dua pekan lamanya tragedi kenpark Surabaya tak kunjung menemukan kejelasan. Insiden yang memakan 17 korban luka-luka itu masih menunggu kejelasan hasil labfor dari pihak kepolisian.
Itu dibenarkan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anton Elfrino yang mengatakan jika pihaknya masih belum menerima hasil labfor.
“Kami sudah memeriksa 16 saksi untuk pemeriksaan kasus tersebut. Dan Penetapan tersangkanya juga belum karena masih ada beberapa saksi lagi, dan kita menunggu hasil labfor,” jelas Anton, Jumat (27/5).
Bergantungnya pihak kepolisian terhadap hasil labfor itu nyatanya mendapat respon dari ahli hukum pidana, Dr. Solehuddin yang mengatakan jika polisi harusnya tak hanya menunggu hasil labfor yang tak terlalu penting.
“Saya kira labfor itu tidak begitu penting. Yang penting itu aturan soal operasionalisasi dan alat-alat itu. Manajemen yang harus bertanggung jawab,” beber Solehuddin.
Kriminolog dari Universitas Bhayangkara Surabaya itu juga mengisyaratkan kepada pihak kepolisian agar menitikberatkan kepada kelalaian pihak pengelola, dan mencari penanggung jawab dari insiden tersebut.
“Itu yang jelas kan ada kelalaian, harus dicari siapa yang bertanggung jawab terhadap operasionalisasi seluncuran itu. Siapa yang bertanggung jawab di alat itu,” pungkasnya.










