Banyuwangi, ArahJatim.com – Aksi teror gedor pintu seolah tiada henti menimpa dua warga di kelurahan Lateng dan Kampung Mandar, Banyuwangi. Pelaku aksi gedor pintu kembali berulah terus melakukan teror dan sempat membuat warga ketakutan, Sabtu (27/7/1019) dini hari.
Bahkan beberapa warga sempat melakukan pengejaran. Namun pelaku berhasil menghilang tanpa jejak saat hendak ditangkap warga. Hingga jelang subuh, warga masih berjaga-jaga dan berpatroli keliling kampung sambil menenteng senjata tajam mencari keberadaan peneror.
Agar tidak terjadi sesuatu hal yang tak dinginkan, aparat gabungan TNI/Polri bersiaga dan turut serta berpatroli bersama warga di dua lingkungan untuk mencari keberadaan pelaku. Namun aksi teror bukannya mereda, melainkan tambah gencar.
Kali ini pelaku tak hanya melakukan gedor pintu rumah warga saja. Melainkan sempat masuk ke dalam rumah warga dan membuat pemilik rumah ketakutan akan sosok yang tak dikenal. Warga yang mengetahui, langsung melakukan pengejaran. Lagi-lagi, saat dilakukan pengejaran, pelaku yang diduga lebih dari satu orang tersebut berhasil meloloskan diri dengan cara memanjat atap rumah kemudian menghilang.
”Ini modusnya beda lagi, biasanya beraksi setelah jam 10 malam. Tapi kali ini sekitar pukul 18.30 pelaku teror sempat masuk ke rumah Pak Farid. Pemilik rumah berteriak-teriak dan melakukan pengejaran. Sosok pelaku terlihat dua orang. Satunya memakai baju putih, satunya lagi baju merah. Tapi saat akan ditangkap menghilang seperti bayangan. Salah satu pelaku teror yang berbaju putih juga sempat memanjat genteng terus menghilang,” kata Ali, warga Kelurahan Lateng.
Aksi teror gedor pintu ini benar-benar membuat warga semakin resah. Hampir seluruh warga di dua kelurahan, tak berani tidur di dalam rumah saat malam hari. Mereka memilih tidur di luar rumah sambil bersiaga di teras depan rumahnya.
Sembari menenteng senjata tajam, puluhan warga yang geram akan aksi pelaku teror juga terus melakukan patroli keliling kampung untuk mencari keberadaan pelaku. Namun, hingga Sabtu pagi keberadaan dan siapa sosok pelaku masih misterius. Warga berharap pelaku teror bisa segera tertangkap agar warga tidak dihantui rasa ketakutan saat malam hari.
Danu, warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Lateng lainnya yang pernah melihat pelaku teror secara langsung mengungkapkan, setelah melakukan aksi gedor pintu di rumahnya, pelaku tak melakukan hal apapun atau melakukan pencurian di rumahnya. Seperti sengaja membuat teror, pelaku hanya berdiam diri di depan rumahnya sambil menakut-nakut korbannya. Setelah berhasil membuat takut korbannya, pelaku langsung menghilang entah ke mana.
”Awalnya menggedor pintu rumah saya sekitar pukul 12 malam, saya lihat dari jendela ada seseorang yang tidak saya kenal berdiri di depan rumah saya. Waktu saya lihat, orang itu hanya diam dan saya sempat bertatap muka beberapa saat dengan pelaku. Pelaku wajahnya hitam seperti bertopeng gitu. Karena saya takut, saya menutupi muka saya dengan bantal. Tapi orang itu tidak pergi-pergi dan tetap menatap saya. Kemudian adik saya menangis, barulah saya bisa teriak meminta tolong. Karena teriakan saya itu, orang itu langsung menghilang seperti bayangan,” pungkas Danu. (ful)











