Tulungagung, ArahJatim.com – Serangan hama wereng yang meluas di berbagai wilayah Kabupaten Tulungagung dinyatakan sebagai “kejadian luar biasa” oleh Dinas Pertanian setempat. Status ini diberikan karena intensitas serangan yang tinggi dan dampaknya yang meluas terhadap tanaman padi di masa tanam tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Drs. Suyanto, mengungkapkan bahwa situasi ini membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari petani, penyuluh pertanian, hingga pemerintah daerah.
“Kami sudah pantau dari berbagai titik, dan memang serangan hama wereng, khususnya wereng cokelat, sangat masif. Ini dipicu oleh perubahan cuaca yang tidak bisa kami prediksi,” ujar Suyanto saat ditemui di kantornya, Selasa (5/8/2025).
Ia mengakui bahwa anggaran untuk pengendalian hama di dinas sangat terbatas. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat tani sangat diharapkan.
Salah satu inisiatif patut dicontoh datang dari kelompok tani Desa Jarakan, Kecamatan Gondang. Para petani di sana sepakat menggunakan drone penyemprot untuk mengendalikan wereng, dengan biaya ditanggung secara gotong royong.
“Kami sangat mengapresiasi langkah mandiri dari petani. Penyemprotan dengan drone adalah solusi tepat dan efisien. Ini bukti bahwa kepedulian bersama bisa jadi benteng pertama mengatasi wabah hama,” kata Agus Wikanto, Koordinator Badan Penyuluh Pertanian (BPP) wilayah Kecamatan Gondang.
Agus juga menyebutkan bahwa pemantauan dilakukan secara periodik, bahkan hingga per jam, demi mendapatkan laporan real-time dari para penyuluh di lapangan. Semua data ini dikumpulkan untuk dirangkum sebagai bahan laporan ke pimpinan daerah.
“Kami sudah siapkan laporan lengkap untuk disampaikan kepada Bupati Tulungagung. Harapannya, segera ada langkah strategis dari daerah untuk meringankan beban para petani,” tambah Suyanto.
Situasi saat ini memang menantang. Tapi dari kasus ini, satu hal menjadi jelas: kesadaran kolektif dan aksi gotong royong menjadi kunci utama mengatasi persoalan pertanian, bahkan saat anggaran terbatas dan hama menyerang tanpa ampun. (don1)










