Gudang Mebel di Banyuwangi Ludes Dilalap Api di Tengah Guyuran Hujan

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49580343821_a03b2f765c_b.jpg
Akibat kebakaran ini, pemilik gudang menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah, karena selain bangunan gudang, api juga meludeskan lima kubik kayu olahan. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Sebuah gudang mebel yang terletak di Jalan Mataram, Kelurahan Taman Baru, Banyuwangi, ludes dilalap api, Minggu (23/2/2020) dini hari. Api menghanguskan seluruh kayu produksi mebel yang ada di dalam gudang. Padahal saat terjadi kebakaran hujan sedang mengguyur kawasan tersebut.

Agar tidak merembet ke rumah tetangga di sekitarnya, warga mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Karena besarnya kobaran api hingga membumbung tinggi ke udara, usaha warga tidak membuahkan hasil. Warga pun menghubungi pihak pemadam kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung mencari titik api, dan berjibaku memadamkan api. Selang sejam kemudian, api akhirnya berhasil dijinakkan oleh tim pemadam kebakaran dibantu petugas Satpol PP dengan menggunakan tiga mobil tangki pemadam.

Dahlan sang pemilik gudang mengaku tidak mengetahui persis penyebab terjadinya kebakaran, sebab gudang sedang tidak berpenghuni, karena ditinggal pergi penjaganya.

“Kalau penyebabnya saya kurang tahu, soalnya saya enggak di sini, saya lagi di rumah. Tahunya ada orang telepon kalau gudang mebel saya terbakar, titik apinya ada di bagian belakang. Sebenarnya ada yang jaga tapi sedang keluar,” ujar Dahlan di lokasi kejadian.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim Inafis Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian yang berada di tengah permukiman padat penduduk. Tim Inafis  melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Dugaan sementara, api muncul akibat korsleting di bagian kelistrikan mesin pemotong kayu yang ada di dalam gudang.

Sementara itu, akibat kebakaran, pemilik gudang mengaku mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Menurut Dahlan, selain bangunan gudang, ia juga mengalami kerugian atas ludesnya lima kubik kayu olahan yang ikut terbakar di dalam gudang.

“Kerugian kami belum bisa menghitung secara pasti yang jelas banyak. Kayunya sekitar lima gubik lebih,” pungkas Dahlan. (ful)