Surabaya, ArahJatim.com – Universitas Ciputra (UC) Surabaya resmi memperkuat langkahnya dalam pengembangan dunia digital melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) RI. Kolaborasi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Theater 713 UC Main Building, Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Sinergi ini bertujuan untuk menjawab tantangan komunikasi digital yang kian kompleks, mulai dari isu disinformasi hingga dinamika regulasi di Indonesia.
Kolaborasi Strategis untuk Komunikasi Digital yang Sehat
Penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol komitmen bersama dalam memperkuat sektor pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Rektorat Universitas Ciputra menegaskan bahwa kerja sama dengan KOMDIGI merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab.
Acara ini juga dirangkaikan dengan talkshow inspiratif bertajuk “Membangun Ekosistem Kebebasan Berpendapat di Era Digital: Perspektif Kebijakan dan Literasi”. Forum ini mempertemukan perspektif akademisi, pemerintah, dan praktisi media untuk menciptakan dialog yang konstruktif.
Literasi Digital: Kunci Kebebasan yang Bertanggung Jawab
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Sonny Hendra Sudaryana, Plt. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital KOMDIGI RI, bersama Abdul Rokhim, Direktur Pemberitaan JTV Jawa Timur. Keduanya sepakat bahwa di tengah derasnya arus informasi, literasi digital menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.
”Kebebasan berekspresi di ruang digital harus selalu beriringan dengan tanggung jawab, etika komunikasi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” tegas para narasumber dalam sesi diskusi yang dipandu oleh moderator Chansa Aqila, S.Ikom.
Diskusi tersebut menyoroti bagaimana ujaran kebencian dan hoaks dapat merusak tatanan sosial jika tidak dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis dari para pengguna internet.
Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan di Ruang Siber
Antusiasme terlihat jelas dari para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi komunikasi. Sesi tanya jawab yang interaktif menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya etika berpendapat di media sosial semakin meningkat di kalangan generasi muda.
Mahasiswa dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (agents of change). Dengan kompetensi komunikasi yang mumpuni, mereka diharapkan mampu menyebarkan konten positif dan menjadi filter terhadap narasi-narasi negatif di dunia maya.
Menuju Masa Depan Komunikasi yang Inklusif
Melalui kemitraan ini, Universitas Ciputra Surabaya terus memantapkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan komunikasi digital yang etis, inklusif, dan berkelanjutan.
Diharapkan, jejaring yang terbentuk antara kampus, pemerintah, dan industri media ini mampu melahirkan inovasi-inovasi baru yang menjaga kualitas demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia tetap pada koridor yang sehat.












