Surabaya, ArahJatim.com – Menghadapi tantangan dunia siber yang kian kompleks, DPW LDII Jawa Timur resmi memperkuat sinergi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan literasi digital bagi generasi muda guna menangkal dampak negatif teknologi di masa depan.
Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Kantor Diskominfo Jatim, Selasa (20/1), yang dihadiri oleh jajaran pengurus Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPW LDII Jatim. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPW LDII Jatim, Wahjoe Soetiono, bersama Sekretaris Bambang Raditya Purnomo.
Melanjutkan Kolaborasi Literasi Digital Berkelanjutan
Wahjoe Soetiono mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program sukses yang telah dijalin sejak 2024. Menurutnya, media digital memiliki karakteristik bak “dua mata pisau” yang harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat, terutama kaum milenial dan Gen Z.
“Kami ingin meningkatkan kerja sama, khususnya di bidang literasi digital. Media digital memiliki pengaruh luas, sehingga pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijak agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif,” ujar Wahjoe.
Ia juga menyoroti berbagai fenomena sosial yang marak di ruang digital, mulai dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal, kecanduan gim daring, hingga penyebaran konten propaganda dan disinformasi. Oleh karena itu, edukasi yang masif dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak.
Program CERDIG: Inovasi Diskominfo Jatim untuk Masyarakat
Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyambut hangat inisiatif LDII. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat sejalan dengan program Nawa Bhakti Satya 2.0 yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Sherlita memperkenalkan program unggulan bernama CERDIG (Cerdas Digital). Program ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan berbagai kompetensi digital, antara lain:
- Peningkatan keterampilan digital (digital skills).
- Keamanan siber (cyber security).
- Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI).
- Literasi keuangan digital dan pemanfaatan data.
“Kami berharap Program CERDIG mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk LDII. Melalui sinergi ini, jangkauan literasi digital diharapkan bisa menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas,” tegas Sherlita.
Siapkan 200 Kader Jurnalis Muda LDII
Sebagai langkah konkret, DPW LDII Jatim mengundang Kepala Diskominfo Jatim untuk hadir memberikan edukasi dalam agenda Pelatihan Jurnalistik yang dijadwalkan pada 7 Februari 2026 mendatang.
Pelatihan ini akan diikuti oleh sekitar 200 peserta yang merupakan perwakilan Bagian KIM dari DPD LDII kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur. Program ini bertujuan untuk mencetak kader jurnalis muda yang kompeten dalam mengelola informasi organisasi secara profesional dan akuntabel.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu menjadi produsen informasi yang sehat dan bermanfaat bagi ruang digital Indonesia. (das)










