Dukun Palsu Pengganda Uang Miliaran Rupiah Dibekuk Polisi

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Sulitnya ekonomi di tengah pandemi virus corona membuat orang menjadi keblinger. Bermaksud ingin cepat melunasi hutang, seorang wanita berinisial NA, warga Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi memilih jalan pintas, yaitu meminta bantuan kepada seorang dukun pengganda uang.

Alih-alih hutangnya lunas, justru sebaliknya, uang senilai 353 juta hasil jual sawah dan motor yang diserahkan kepada sang dukun, raib. Sadar telah menjadi korban penipuan, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polsek Rogojampi. Mendapat laporan, Tim Buser Unit Reskrim Polsek Rogojampi langsung meringkus pelaku yang diketahui bernama Suryanto, warga Desa Gendoh, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

Dalam menjalankan aksinya dukun palsu tersebut mengajak korban yang sedang terlilit hutang agar ikut melakukan ritual di dalam kamar rumah korban. Berbekal peralatan ritual seperti dupa, kitab suci, kain dan baskom, tipu muslihat sang dukun gadungan tersebut membuat korban percaya.

Termakan janji manis sang dukun palsu yang mengatakan, uang ratusan juta milik korban yang ditaruh di atas baskom dan ditutup kain dalam waktu seminggu akan berlipat ganda menjadi miliaran rupiah. Anehnya, saat ritual berlangsung, korban malah diminta keluar dari kamar dan dilarang membuka kain yang menutup baskom sebelum waktu yang ditentukan.

Sepekan lebih ritual dijalankan, korban yang penasaran langsung membuka kain penutup baskom. Korban pun kaget saat melihat uang di atas baskom sudah tidak ada lagi. Korban pun mencoba menghubungi pelaku, namun teleponnya tidak pernah aktif hingga akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke Polsek terdekat.

“Sadar menjadi korban penipuan, korban melaporkan ke pihak kepolisian Polsek Rogojampi. Dan ternyata, uang milik korban yang katanya akan digandakan itu habis digunakan pelaku untuk membeli satu unit mobil mewah warna abu-abu berplat nomor N-1383-TL. Ritual yang dilakukan hanya akal-akalan pelaku saja,” tegas Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Jumat (17/4/2020) petang.

Atas perbuatannya, pelaku yang dikenal sebagai orang pintar di kampungnya ini dijerat dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP tentang penipuan serta penggelapan yang diancam hukuman mencapai 4 tahun penjara.

Menanggapi kasus ini, pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai janji-janji manis seseorang yang bisa menggandakan uang.

“Kalau ada yang mengaku bisa menggandakan uang itu hanya tipu-tipu saja. Jangan mudah percaya agar tak menjadi korban,” pungkas Kapolresta kelahiran Makasar ini. (ful)