Dua Tahun Abstain “Full Formasi “, Paskibra Tulungagung Kembali Eksis

oleh -
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com – Suasana dalam seminggu terakhir ini dihalaman Pemda Tulungagung, nampak beda. Mulai dari jam 7.30 wib, halaman Pemda sudah dipenuhi anak anak muda pelajar SMU. Mereka itu adalah anak anak muda dari masing masing sekolah, baik SMU maupun SMK yang terpilih sebagai petugas pengibar bendera merah-putih, yang nantinya mengiringi upacara 17 Agustus tingkat kabupaten Tulungagung.

Dalam pantauan ArahJatim.com, anak muda yang sudah terpilih dari masing masing sekolah itu, digabung untuk menjadi petugas pengibar bendera, dengan formasi lengkap. Adapun formasi tahun ini sudah seperti sebelumnya sebelum ada larangan pandemi, kini kisaran 80 orang anak, pagi dan sore, digembleng untuk itu. Mereka masing masing terbagi dalam formasi 8-17- 45.

Persiapan pelaksanaan itu, tahun tahun dulu dipegang dinas pendidikan, pemuda olah raga, untuk tahun ini langsung dibawa kewenangan pihak protokoler pemkab Tulungagung

pasang iklan_rev3

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda (Humas ) Pemkab Tulungagung, Ahmad Mugiyono.S.STP, ketika dimintai komentarnya terkait penyiapan pasukan pengibar bendera 17-Aguatus nanti, dirinya membenarkan kalau itu menjadi tanggung jawab institusinya.

” Merujuk surat dari Mensesneg, tahun 2022 ini untuk upacara 17 Agustus, bisa dilaksanakan dengan formasi penuh, tidak seperti tahun sebelumnya yang masih pada situasi pandemi. Kami ditingkat kabupaten juga diminta berperan dalam proses itu. Bahkan kami juga diberi peluang untuk mengirim pelajar dalam seleksi baik pusat maupun propinsi. Tetapi calon kami untuk tingkat pusat gagal, dan untuk calon propinsi, kita berhasil. Untuk kabupaten sendiri kita sejak bulan februari juga sudah mulai melakukan perekrutan, yang sudah terseleksi di tingkat sekolah. Jumlah yang kami siapkan ada 80 anak, termasuk cadangan, dan semua kita gembleng untuk persiapan upacara di tingkat kabupaten”, ungkap Mas Mamad panggilan pejabat protokoler tersebut.

Sementara komentar kepala pelatih dari kodim 0807 Tulungagung, Kapten Inf. Riko Wisoyo, menyatakan persiapan kali ini harus sukses. Diakui karena para pemuda itu dari latar belakang sejarah sekolah yang beda – beda, maka materi dasar yang harus diberikan adalah penyamaan persepsi sebagai tim yang terpilih mengawal upacara 17 Agustus .

” Proses yang membutuhkan waktu itu adalah memberikan pendidikan melakukan penyamaan. Persepsi sebagai tim. Sudah tidak boleh ada ego egoan. Sedangkan materi berikutnya adalah membuat mereka memiliki disiplin yang tinggi. Untuk materi terakhir adalah baris berbaris sesuai formasi dan kebutuhan dalam upacara bendera”, ungkap kepala pelatih yang juga sebagai Danramil Rejotangan.

Seperti kebiasaan di tahun tahun sebelumnya , sebelum pandemi, setelah para pelajar diberi materi penuh, mulai 15 Agustus, pasukan pengibar bendera masuk karantina dengan harapan, menyiapkan fisik dan mental, ketika datang saatnya bertugas sebagai tim pengibar bendera merah putih, hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 77 secara sukses. (dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.