Dua Siswi SMK Gagalkan Aksi Penjambretan, Bagaimana Caranya?

oleh -
Ratna Suryaning Putri dan Karisma Nur Anisa, dua siswi kelas 11 SMKN Panggungrejo 1 Kabupaten Blitar ini berhasil melumpuhkan penjahat yang menjambret ponsel miliknya. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Aksi dua siswi kelas 11 SMKN Panggungrejo 1 Kabupaten Blitar, yakni Ratna Suryaning Putri dan Karisma Nur Anisa ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, meski masih remaja, mereka dengan berani dan heroik berhasil menggagalkan aksi penjambretan.

Bahkan, pelaku penjambretan, yakni Gianto (48) warga Selopuro, Kabupaten Blitar harus jatuh tersungkur tak berdaya, setelah mendapatkan tendangan dari kedua korbannya.

Belakangan baru diketahui ternyata Ratna Suryaning Putri salah satu korban yang berhasil melumpuhkan penjambret itu jago beladiri, karena merupakan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT).

“Kejadiannya saat saya dan teman saya Kharisma berboncengan pulang dari sekolah Sabtu (5/5/18) kemarin. Hp saya bunyi sehingga saya angkat. Tiba-tiba pelaku langsung menjambret HP milik saya. Saya tukar posisi dan ganti saya yang membonceng. Saya langsung tancap gas dan berusaha menyusul pelaku jambret. Beruntung pelaku jambret sempat berhenti karena jalan terhalang truk pasir. Saya dan teman saya langsung menendang pelaku hingga jatuh dan berteriak-teriak minta tolong.” ujar Ratna.

Atas keberanian kedua siswi yang berhasil menggagalkan aksi kejahatan, Polres Blitar memberikan penghargaan kepada keduanya. Penghargaan diberikan langsung oleh Wakapolres Blitar Kompol Andy Yudha Pranata, di halaman Mapolres Blitar, Senin (7/5/18).

“Semoga ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat agar menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Apabila terjadi kejahatan respon cepat seperti ini yang kemudian membantu kepolisian untuk membekuk pelaku,” papar Wakapolres Blitar Kompol Andy Yudha.

Sebelumnya diberitakan dua siswi SMK menjadi korban penjambretan. Kejadian itu dialami dua siswi SMK Negeri 1 Pangungrejo pada Sabtu (5/5/18).

Ratna tidak merasa takut karena ia lebih memikirkan jerih payah ibunya. Telepon genggam yang dijambret penjahat itu adalah pemberian ibunya yang diperoleh dari hasil berjualan sayur.

“Seketika itu saya langsung meminta Karisma untuk mengantikan mengemudikan motor, saya langsung tancap gas mengejar pelaku. Saya tidak takut untuk melawan karena saat itu yang ada di pikiran saya hanya kasian pada ibu saya, karena HP itu dibelikan ibu dari hasil jualan sayur,” pungkas Ratna. (mua)