Banyuwangi, ArahJatim.com – Derasnya aliran air Dam Pedotan di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi memakan korban jiwa. Dua orang bocah bernama Akbar Rizky Arizal, (13) dan Izati Maula Angga, (11) warga Dusun Ringin Mulyo, Desa Ringintelu ditemukan tewas tenggelam saat berenang di dam sungai yang memiliki kedalaman mencapai enam meter, Jumat (2/8/2019) sore.
Kepergian kedua bocah itu membuat keluarga terpukul. Sebelum kejadian nahas menimpa, Bambang orang tua Akbar sudah berpesan kepada kedua korban agar tidak bermain dan mandi di Dam Pedotan. Namun, nasehat tersebut tidak diindahkan keduanya, mereka tetap mandi di dam yang jaraknya 3 km dari rumah mereka.
Baca juga:
Diduga kedua korban tewas akibat terseret derasnya aliran dam. Tubuh kedua korban ditemukan sudah mengambang di permukaan sungai oleh warga yang melintas. Bahkan kedua korban sempat dilarikan warga ke Puskesmas terdekat untuk diberi pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong.
”Saya tadi lihat televisi. Ada kabar kalau ada anak tenggelam di dam. Awalnya gak curiga kalau korbannya anak saya, karena dam itu jauh dari rumah. Baru mau melihat ke sana, ada (pesan) WA masuk dari teman ngirimi foto kalau anak saya (Akbar) lah yang ternyata menjadi korban. Saya sangat kaget san sempat syok, dia itu sudah saya bilangi jangan bermain di sungai, tapi apa boleh buat, takdir berkata lain,” kata Bambang saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya.

Menanggapi kasus tewasnya dua bocah yang masih duduk di bangku SMP dan SD tersebut, pihak desa setempat berencana akan memasang papan peringatan di tepi sungai agar warga khususnya anak-anak tidak bermain atau mandi di sungai.
“Tewasnya kedua bocah ini diharapkan menjadi yang terakhir kalinya. Diharapkan orang tua juga bisa memberi pengawasan lebih kepada anaknya untuk tidak mandi maupun bermain di Dam Pedotan itu karena sangat berbahaya, setiap tahun selalu ada korban lho di sana itu,“ kata Dodik Hari Susianto, Kades Ringintelu. (ful)








