Kediri, ArahJatim.com – Usulan anggota DPR RI untuk membangun 1.000 bioskop di tingkat desa mendapatkan sambutan hangat dari berbagai elemen industri kreatif di daerah. Salah satu respons positif datang dari Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Kediri, Ellya Destiara Permata. Menurutnya, langkah ini merupakan angin segar yang dapat membakar semangat para sineas lokal untuk terus berkarya.
Ellya mengungkapkan bahwa kehadiran bioskop di tingkat desa bisa menjadi solusi atas keterbatasan ruang publikasi yang selama ini dihadapi oleh para kreator di daerah.
”Seperti di Kediri ini, sebenarnya banyak sineas yang sangat berpotensi. Mereka hanya membutuhkan ruang untuk mempertemukan karya terbaik mereka kepada penonton,” ujar Ellya, Senin (25/5/2026)
Tantangan Peningkatan SDM Perfilman Daerah
Meski menyambut baik rencana tersebut, Ellya mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik berupa gedung bioskop harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Keberadaan bioskop desa jangan sampai hanya menjadi panggung kosong tanpa pasokan karya yang berkualitas.
Menurutnya, ini adalah momentum sekaligus tantangan baru bagi komunitas film lokal untuk naik kelas.
”Ini juga sebuah tantangan baru untuk para sineas di daerah agar terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Tujuannya jelas, untuk menciptakan karya yang lebih baik dan lebih variatif,” tuturnya menambahkan.
Multiplayer Effect: Dari Kreativitas Menuju Kebangkitan Ekonomi
Lebih lanjut, Ketua PARFI Kediri ini optimistis bahwa industri perfilman yang hidup di tingkat akar rumput akan membawa dampak domino (multiplier effect) yang positif bagi sektor lain, terutama perekonomian.
Ketika sebuah bioskop berdiri dan ekosistem perfilman daerah mulai aktif, roda ekonomi masyarakat lokal dipastikan akan ikut bergerak. Beberapa dampak positif yang diproyeksikan antara lain:
- Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Menghidupkan sektor ekonomi kreatif di tingkat perdesaan.
- Kesejahteraan Sineas: Meningkatkan pendapatan para kreator film lokal melalui hilirisasi karya yang jelas.
- Pemberdayaan Warga: Membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di sekitar area bioskop, seperti sektor UMKM, kuliner, hingga perparkiran.
Dengan adanya sinergi antara kebijakan pemerintah, infrastruktur bioskop desa, dan kesiapan SDM sineas lokal, industri perfilman Indonesia diharapkan tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tetapi juga mampu tumbuh subur dari desa. (das)











