TULUNGAGUNG, Arahjatim.com – Sebuah terobosan tak biasa digelar oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung. Memanfaatkan momentum reses, partai berlambang pohon beringin ini menggelar Sekolah Anggaran yang terbuka bagi masyarakat umum di salah satu kafe kopi lokal pada Sabtu (25/7/2026).
Suasana kafe yang santai sengaja dipilih agar diskusi kelegislatifan yang biasanya kaku bisa berlangsung cair dan inklusif.
Edukasi Politik dari Meja Warkop
Acara ini dibuka langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung periode 2025–2030, Jairi Irawan, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur.
Menurut Jairi, Sekolah Anggaran dirancang untuk memberikan pemahaman utuh kepada publik mengenai seluk-beluk APBD—mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga eksekusi dan pertanggungjawaban di lapangan.
”Kami ingin masyarakat paham betul tata urutan munculnya sebuah anggaran. Mulai dari bulan apa perencanaan dibuat, agar masukan atau aspirasi warga bisa benar-benar masuk dan dikaji,” ujar Jairi di sela-sela acara.
Ia menegaskan bahwa edukasi ini penting agar fungsi legislasi dan pengawasan anggaran yang dijalankan para wakil rakyat dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.
Antusiasme Lintas Komunitas
Meski membicarakan tema yang terkesan berat, acara yang dipandu oleh Sekretaris DPD Golkar Tulungagung, Jarot, berjalan sangat dinamis.
Ruang diskusi diisi oleh peserta dari pelbagai latar belakang:
- Mahasiswa dan aktivis muda
- Tokoh masyarakat
- Komunitas perempuan
- Warga umum
- Insan pers/jurnalis dari berbagai media lokal
Kehadiran publik yang beragam ini dimanfaatkan untuk saling lempar gagasan dan menyampaikan aspirasi secara langsung tanpa sekat formalitas.
Jawaban atas Kondisi Daerah
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tulungagung, Asrori, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, materi Sekolah Anggaran sangat kontekstual dengan dinamika daerah saat ini.
”Jujur, terobosan ini mengejutkan sekaligus membanggakan bagi kami di tingkat kabupaten. Temanya sangat pas untuk menjawab tantangan daerah dan menjaring aspirasi warga secara transparan,” ungkap Asrori.
Apresiasi senada datang dari peserta kalangan pegiat perempuan, Ibu Ida. Ia berharap ruang edukasi seperti ini tidak berhenti sebagai agenda sekali jalan.
”Acara seperti ini sangat mendidik. Selain menambah wawasan warga, ini jadi sarana komunikasi langsung antara pengurus partai dengan rakyat,” tutur Ida.
Melihat antusiasme peserta yang tinggi, DPD Golkar Tulungagung berkomitmen untuk menjadikan Sekolah Anggaran sebagai agenda rutin yang berkelanjutan.











