Diserbu Wereng Ganas, Petani Jarakan Gondang Sewa Drone Penyemprot Puluhan Juta Demi Selamatkan Panen

oleh -
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com – Rasa cemas menyelimuti para petani di Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Hama wereng kembali menyerang lahan persawahan yang sebulan lagi siap panen, dan kali ini lebih ganas dari sebelumnya.

Di Desa Jarakan, serangan hama ini pertama kali terpantau pada malam hari, Selasa (29/7/2025). Dalam semalam, satu hektare sawah tampak mengering dan mati. Daun-daun padi yang sebelumnya hijau mulai berubah coklat dan rontok. Petani pun panik.

“Serangannya sangat cepat. Dalam dua hari saja, satu hektar bisa ludes. Daun padi menguning lalu mati. Padahal sudah hampir panen,” kata Suad Bagiyo, SH, Kepala Desa Jarakan, saat ditemui di lokasi persawahan, Selasa (5/8/2025).

pasang iklan_rev3

Ia membenarkan bahwa sampai hari ini sudah ada sekitar 1 hektare lahan yang rusak. Meski telah melapor ke pihak dinas pertanian, respons dari pemerintah belum tampak.

“Laporan sudah kami sampaikan. Tapi sampai saat ini belum ada solusi yang ditawarkan. Hanya dicatat saja,” keluhnya.

Di tengah keterbatasan, para petani tak tinggal diam. Mereka berembuk dan sepakat mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan tanaman yang tersisa.

“Kami sepakat patungan menyewa drone penyemprot. Biayanya cukup besar, sekitar Rp50 juta termasuk obat-obatannya. Tapi ini demi menyelamatkan panen,” jelas Sujono, Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki Desa Jarakan.

Drone penyemprot disewa dari pabrik penyedia alat dan pestisida. Langkah ini menjadi pilihan karena bisa menjangkau area luas dalam waktu cepat, sesuatu yang tak mungkin dilakukan dengan semprotan manual.

Inisiatif petani ini lahir karena tak ingin berlama-lama menunggu birokrasi.

Namun, kekhawatiran masih membayangi. Menurut catatan kelompok tani, setidaknya sudah 5 hektare lahan sawah di Kecamatan Gondang yang terdampak. Jika tak segera ada langkah menyeluruh, potensi gagal panen bisa meluas.

“Sawah-sawah ini tinggal menunggu masa panen, rata-rata satu bulan lagi. Kalau hama ini dibiarkan, bukan hanya rugi materi, tapi juga bisa memicu krisis kecil di tingkat lokal,” lanjut Sujono.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung belum memberikan keterangan resmi. Kepala Dinas saat dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi mendalam terkait wabah wereng di wilayah Gondang.

Kisah ini menjadi gambaran nyata betapa ketahanan pangan lokal masih sangat bergantung pada solidaritas dan kecepatan respon masyarakat. Saat solusi belum hadir dari atas, akar rumput mengambil langkah sendiri dengan harapan, panen tak hanya menjadi mimpi. (don1) 

No More Posts Available.

No more pages to load.