Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD Pamekasan, Nayla Hasanah Diminta Segera Tancap Gas

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49533369287_9142c74b80_b.jpg

Pamekasan, ArahJatim.com – Nayla Hasanah dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Pamekasan. Pengukuhan dilakukan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang tak lain adalah suami Nayla Hasanah di aula Pendopo Mandhapa Agung Ronggosukowati, Senin (10/2/2020).

Acara pengukuhan disaksikan, Wakil Bupati Raja’e bersama istri, Yuni Lailatul Fitiyah, Sekdakab Totok Hartono, dan Kepala Disdik Pramajaya. Turut hadir pula Kasubbid Kelembagaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Maryana.

Dengan pengukuhan ini, Baddrut Tamam meminta Nayla Hasanah segera “tancap gas” bekerja keras dan profesional. Menjadikan PAUD di Kabupaten Pamekasan sebagai bagian dari model pendidikan yang dapat dibanggakan dan membanggakan masyarakat Pamekasan.

“Dengan waktu perjuangan yang terbatas ini, maka efektifkan untuk dilaksanakan agar kelak (bila) suatu saat kita berpulang kepada Allah SWT, semua orang akan mengenang perjuangan yang kita lakukan,” sambungnya.

Kenangan perjuangan pada sisi kehidupan itulah, kata Baddrut Tamam, suatu saat akan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Inspirasi akan dijadikan keteladanan bagi generasi berikutnya. Mereka akan meniru hal-hal baik yang pernah dilakukan oleh generasi sekarang ini.

Saat ini di Kabupaten Pamekasan tercatat ada 902 PAUD dengan ribuan orang pengelola dan ribuan siswa. Berdasarkan data tersebut menurut Baddrut Tamam, pengelolaan pendidikan usia dini membutuhkan upaya yang cukup serius, kerja keras dan terencana.

“Dan tidak boleh main-main dengan sistem pelaksanaan pendidikan, karena salah memberikam edukasi maka akan salah melahirkan generasi. Dan (jika) salah menciptakan atmosfer edukasi di PAUD akan menjadi persolan di ujungnya. Karena PAUD merupakan awal pendidikan, dimana anak-anak kita perlu diajarkan bagaiman local wisdom atau nilai dan etika yang kita miliki,” tegasnya.

Bupati menambahkan, jika di jenjang PAUD tidak diajarkan pemahaman nilai-nilai etika maka anak akan mengalami kesulitan dalam belajar etika dan lainnya. Karena di jenjang itulah waktu yang tepat untuk membangun pondasi keilmuan, pondasi kultur, dan pondasi kebudayaan.

“Dan itu pun merupakan peran dan tanggung jawab Bunda PAUD untuk menancapkan nilai-nilai kepada PAUD diajarkan tentang bahasa yang benar. Karena bahasa itu menjadi kepribadian. Dari kepribadian akan menjadi tindakan.

Menurut Bupati, jika generasi masa depan pondasi kulturnya hilang dia akan tercerabut dari akar sejarahnya. Menjadi tidak bangga dengan tumpah darahnya. Dia akan meninggalkan dan tidak lagi membangun apapun untuk daerah tempatnya dilahirkan, tumbuh dan mengenyam pendidikan.

“Karena itu saya memohon ajarilah anak anak kita local wisdom atau nilai kultur yang kita miliki,” pungkas Bupati Pamekasan. (Adv/ndra)