Diguyur Hujan Lebat Semalaman, Jalan Penghubung Banyuwangi – Situbondo Terendam Banjir

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49320344063_064187e5a7_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Hujan lebat di wilayah kota Banyuwangi sejak sore hingga malam hari membuat beberapa ruas jalan raya terendam banjir. Seperti yang terjadi di Jalan Raya Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kalipuro. Akibat diguyur hujan deras, jalan penghubung Banyuwangi – Situbondo itu tergenang air banjir setinggi 30 cm lebih hingga menutup badan jalan, Kamis (2/1/2020) malam.

Praktis, jalan raya di depan SDN Klatak itu, tak ubahnya sebuah sungai. Sejumlah pengendara yang melintas harus mengurangi kecepatan. Tak sedikit, sepeda motor warga yang melintas mogok di tengah jalan saat mencoba menembus luapan banjir.

Selain membuat jalanan terendam banjir, hujan disertai angin kencang juga membuat pohon di tepi jalan raya tumbang. Seperti yang terjadi di Jalan Raya Ahmad Yani, sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang melintang di tengah jalan raya.

Beruntung musibah tersebut tidak sampai menimpa pengendara yang melintas. Selain menutup jalan, pohon tumbang juga menimpa kabel listrik hingga membuat jaringan listrik padam sementara.

Agar tidak mengganggu pengendara yang melintas, dan tidak terjadi kemacetan panjang, petugas reaksi cepat BPBD dibantu TNI/Polri melakukan proses evakusi pohon trembesi yang tumbang.

“Sementara arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani kami alihkan sampai proses evakuasi pohon tumbang di depan Stikom ini selesai. Pohon ini tumbang selain karena usianya sudah tua juga karena hujan disertai angin yang mengguyur tadi. Pengendara kami imbau untuk berhati-hati saat melintas di jalan raya saat musim penghujan seperti ini. Hindari berteduh di bahah pohon saat hujan karena itu berbahaya,” imbau Ipda Heru Slamet, Kanit Turjawali Polresta Banyuwangi, di lokasi kejadian.

BMKG Banyuwangi memprediksi hujan lebat disertai angin kencang masih akan terus berlangsung hingga sepekan ke depan. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai dampak dari cuaca buruk, seperti banjir dan angin puting beliung. Khusus masyarakat pesisir wilayah laut selatan Jawa untuk mewaspadai adanya tinggi gelombang laut yang bisa mencapai dua hingga tiga meter. (ful)