Dengan Karya Seninya Dandy Ingin Satwa Langka Harimau Terlindungi

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Maraknya perburuan terhadap satwa langka, seperti harimau membuat prihatin sejumlah kalangan, termasuk MD Dandy, seorang seniman lukis asal Banyuwangi Jawa Timur. Warga Desa Genteng Kecamatan Genteng, Banyuwangi ini membuat karya seni berupa patung lukis satwa langka harimau yang secara hukum aman untuk dikoleksi siapapun.

Pelukis, MD Dandy (paling kanan kaos hitam) berfoto bersama pengunjung di show room karya seninya. (Foto: arahjatim.com/run)

MD Dandy (57) memanfaatkan sebagian besar ruangan rumahnya sebagai show room sekaligus bengkel seni untuk menuangkan ide dan mencipta karya seninya. Rumahnya dibagi dalam beberapa sekat yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan bahan, ruang pembuatan desain, tempat produksi, finishing lukis dan ruang pamer hasil karyanya.

Lukisan patung harimaunya “menjiplak” rupa asli satwa langka tersebut baik yang ada di hutan lindung di nusantara maupun di penjuru dunia, misalnya macan tutul, harimau sumatra, macan kumbang, jaguar, panther, leopard dan puma.

“Konsepnya adalah persis, baik dari ukuran, warna, tekstur, bulu, kuku, mata dan bahkan mimik dari harimau pun kami perhatikan,” jelasnya.

Bahan utamanya dari resin (fiber), kulit dan bulu dari hewan ternak sapi, kambing, domba dan peralatan lukis.

“Saya sudah berulangkali membuat sebelumnya. Sangat sulit menjadikannya persis. Ketelatenan dan waktu akhirnya bahan bahan tersebut bisa dijadikan replika harimau yang menurut saya sempurna,” kenangnya.

Melukis badan (anatomi painting) adalah salah satu proses rumit dalam pembuatan patung lukis harimau. (Foto: arahjatim.com/run)

Proses pembuatanya cukup rumit. Diawali dengan menggambar sketsa, lalu menuangkannya pada sebuah gabus sebagai kerangka. Lalu dilanjutkan proses pembentukan tubuh harimau menggunakan cairan resin. Tahap berikutnya memasang kulit dan bulu, lalu sentuhan akhir, melukisnya menjadi semirip mungkin.

Calon pembeli bisa memesan mimik muka harimau seperti apa yang diinginkan, termasuk jantan atau betina. “Tetapi (pembeli) jangan meminta harimau yang ada kelamin jantan atau betinanya, saya ndak punya,” katanya sambil tertawa lebar.

Usaha lukis patung harimau ini telah dirintis sejak tahun 2003 silam. Para pembeli karya seninya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Rata-rata pembelinya adalah kolektor, kantor atau perusahaan, para pejabat dan juga dari kalangan polisi dan militer. Harganya dibanderol di kisaran 15 juta hingga 20 juta rupiah perbuah.

“Dari karya seni lukisan ini saya ingin populasi satwa langka terjaga tanpa merusak ekosistem, jadi kepada pecinta satwa, tidak perlu berburu,” harap Dandy.

Dengan lima orang pekerja, biasanya Dandy menyelesaikan satu buah patung lukis harimau paling cepat empat hari. (run)