Delapan Maling Berbagai Modus Diringkus Polisi di Banyuwangi

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Memanfaatkan sepinya lingkungan saat warga menerapkan social dan physical distancing, delapan maling yang beraksi di berbagai kecamatan di Banyuwangi, berhasil diringkus Tim Buser Polresta Banyuwangi. Kedelapan maling ini melancarkan aksinya dengan modus operandi yang berbeda-beda.

Dengan rincian tiga maling handphone, empat maling pakan ternak ayam, hingga seorang pencuri kotak amal di sebuah masjid. Seluruh pelaku melancarkan aksinya pada malam hari, memanfaatkan sepinya lingkungan saat warga menerapkan social dan physical distancing sebagai langkah pencegahan virus corona.

Satu dari tiga pelaku kasus pencurian handphone yang berhasil ditangkap petugas adalah seorang perempuan asal Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Kepada petugas, perempuan berinisial GY tersebut nekat melakukan aksi pencurian handphone karena ajakan suaminya yang hingga kini masih buron.

Baca lagi:

Selain pencurian handphone, kasus pencurian kotak amal di dalam masjid juga menjadi atensi dari masyarakat. Sebab, di saat warga mulai menerapkan physical distancing dengan tidak beribadah di dalam masjid secara berjemaah, seorang maling kotak amal ini malah beraksi menguras isi uang santunan yang ada di dalam kotak amal masjid.

Pelaku berinisial HP ini beraksi seorang diri dengan cara mencongkel gembok kotak amal menggunakan palu dan tang. Pelaku berhasil menguras uang tunai senilai ratusan ribu rupiah.

Dari hasil penyelidikan, pelaku warga Kecamatan Cluring ini ternyata sebelumnya telah beraksi di delapan masjid berbeda yang ada di wilayah Banyuwangi.

“Ini rilis berbagai kasus pencurian yang terjadi di bulan April ini. Ada yang maling handphone, maling pakan ternak ayam hingga seorang maling kotak amal. Untuk maling kotak amal ini memang spesialis, pelaku sebelumnya sudah beraksi di delapan TKP berbeda,” ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (28/4/2020) sore.

Dalam rilis kasus pencurian ini, polisi juga menunjukkan empat pelaku pencuri pakan ternak ayam yang sebelumnya berhasil diringkus oleh tim unit reskrim Polsek Gambiran beberapa waktu lalu.

Bahkan, satu dari empat maling pakan ternak ayam ini sempat dihakimi massa dan diikat di sebuah pohon. Beruntung, aksi main hakim sendiri oleh warga ini berhasil dengan cepat dihalau pihak kepolisian yang datang ke lokasi.

“Awalnya satu pelaku berhasil ditangkap warga, dari hasil pengembangan tiga pelaku lainnya yang kabur akhirnya berhasil ditangkap tim unit reskrim Polsek Gambiran tak kurang dari 24 jam. Barang bukti untuk kasus pencurian pakan ternak ini ada sekitar 18 karung pakan ayam, mereka mencuri waktu malam hari saat kondisi sedang sepi dengan cara merusak gembok kandang ayam dengan palu,” tambah Kapolresta Banyuwangi.

Terkait maraknya tindak pidana pencurian di tengah pandemi virus corona ini, pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, karena maling mulai beraksi memanfaatkan sepinya lingkungan saat warga menerapkan social dan  physical distancing.

“Kepada warga masyarakat tetap jaga jarak di rumah saja, tapi ya tetap waspada. Kalau ada orang yang dicurigai jangan dihakimi sendiri, lebih baik segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat agar bisa diproses secara hukum yang berlaku,” imbuh Kapolresta asal Makassar ini. (ful)