Surabaya, ArahJatim.com – Maraknya kasus kekerasan terhadap anak menjadi alarm keras bagi masyarakat. Menanggapi fenomena tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Ciputra (UC) Surabaya mengambil langkah preventif melalui aksi nyata bertajuk Care In Motion 2026.
Acara yang digelar di Sanggar Kampung Bakat, Sono Indah, Sukomanunggal, Surabaya pada Sabtu (11/4) ini, bertujuan membekali anak-anak dengan keberanian dan teknik dasar bela diri untuk menghadapi potensi perundungan (bullying) maupun kekerasan fisik.
Respons Terhadap Darurat Kekerasan Anak
Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat 1.547 kasus kekerasan anak sepanjang 2024, di mana 74 kasus di antaranya terjadi di Surabaya. Mayoritas korban mengalami kekerasan seksual (58%), disusul kekerasan psikis, fisik, dan penelantaran.
Pembina UKM Taekwondo UC, Ismojo Herdono, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar olahraga, melainkan upaya membangun self-defense sejak dini.
”Setidaknya melalui kegiatan ini, anak-anak berani melawan atau minimal berteriak minta tolong jika ada percobaan kekerasan dan perundungan terhadap dirinya,” ujar Ismojo saat membuka acara.
Antusiasme Puluhan Peserta di Sanggar Kampung Bakat
Kegiatan ini diikuti oleh 43 peserta dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD). Ketua Pelaksana, Miracle Jaqueline Rongkang, mengungkapkan bahwa para peserta sangat antusias melahap materi teknik dasar Taekwondo yang diberikan.
”Selain teknik bela diri, kami ingin menanamkan nilai disiplin, percaya diri, dan sportivitas. Ini adalah kontribusi sosial mahasiswa UC untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui pengembangan karakter anak,” jelas Miracle.
Pendiri Sanggar Kampung Bakat, Istoyo, turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa ini. Menurutnya, latihan bela diri memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang fisik dan mental anak-anak di lingkungannya.
Latihan Teknik Kyorugi: Menendang dan Memukul
Di bawah arahan dua pelatih (sabeum) berpengalaman, Sabeum Erwin dan Sabeum Gabrian, anak-anak diajarkan teknik dasar kyorugi, seperti cara menendang dan memukul yang benar.
Meski latihan di gelar malam hari cukup menguras keringat, suasana tetap ceria. Panitia mengemas latihan dengan berbagai permainan (games) seru dan pembagian hadiah untuk menjaga semangat para peserta kecil tersebut hingga akhir acara.
Melalui Care In Motion 2026, Universitas Ciputra berharap pesan kepedulian sosial ini dapat terus bergulir, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan suportif bagi generasi penerus bangsa.











