Cegah Disinformasi, Pak Lek Imam Ajak Pemuda Kota Kediri Kawal Kebijakan Lewat Jurnalistik Kritis

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Derasnya arus informasi digital di tengah masyarakat kerap menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, publik disuguhi kabar dengan sangat cepat. Namun di sisi lain, tumpukan informasi yang belum terverifikasi tak jarang membingungkan warga dalam memilah mana fakta dan mana rumor.

​Merespons kondisi tersebut, aliansi KAWAL KEDIRI (Kolaborasi Warga dan Aliansi Literasi) menggelar kegiatan sarasehan, pembinaan, sekaligus pelatihan jurnalistik bagi kader-kader muda di Kediri pada Ahad (2/8/2026). Bertempat di Kantor Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muhammadiyah Kota Kediri, Jalan KY Agus Salim No. 57, acara ini dirancang untuk mencetak kontributor yang andal bagi media Maklumat biro Kediri.

​Hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker), Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, yang akrab disapa Pak Lek Imam, membawakan materi bertajuk “Media, Partisipasi Publik, dan Pengawasan Kebijakan Daerah”.

pasang iklan_rev3

Benteng Informasi dan Penyeimbang Arus Citizen Journalism

​Dalam paparannya, Pak Lek Imam menyoroti pentingnya peran kelompok muda terdidik dalam menyaring serta memoderasi arus informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, fenomena citizen journalism atau jurnalisme warga saat ini tidak bisa dihindari, namun tetap membutuhkan benteng edukasi agar tidak memicu polarisasi di tengah masyarakat.

​“Kunci persoalan saat ini adalah arus informasi yang begitu deras. Masyarakat butuh dibantu oleh kelompok terdidik agar menerima informasi yang benar, akurat, dan berbasis fakta. Jangan sampai publik dibiarkan bingung menentukan mana informasi yang bisa dipercaya,” ujar Pak Lek Imam di sela-sela kegiatan.

​Ia menambahkan, keberadaan organisasi profesi pers seperti PWI, AJI, maupun IJTI memang memiliki kewajiban formal dalam menyajikan berita tepercaya. Namun, keterlibatan aktif elemen masyarakat, khususnya kader literasi muda Muhammadiyah, akan semakin memperkuat pengawasan publik terhadap kebijakan pemerintah secara bijak dan proporsional.

Mendorong Partisipasi Publik yang Edukatif

​Lebih lanjut, legislator Kota Kediri ini menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat membutuhkan saluran komunikasi yang sehat untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan program pembangunan kepada masyarakat.

​Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mahir menulis teknis berita, tetapi juga mampu menjadi “pihak penengah” yang mendinginkan suasana saat marak isu-isu terpolarisasi.

​“Kami berharap teman-teman pemuda, khususnya pegiat jurnalistik di Kediri, bisa menjadi agen edukasi. Edukasikan hal-hal baik dan kembangkan komunikasi yang konstruktif terkait pembangunan daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” pungkasnya.

​Kegiatan pelatihan ini berlangsung hangat dan interaktif. Selain dibekali pemahaman materi kebijakan publik, para peserta juga mendapatkan pelatihan praktis seputar teknik wawancara, penulisan berita berbasis data, hingga etika jurnalistik untuk penugasan sebagai kontributor biro daerah. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.