Tulungagung, ArahJatim.com – Adanya trend baru pelajar melakukan demo disekolah, menurut Bupati Tulungagung, patut di sayangkan. Hal ini ditegaskan Bupati, kemungkinan adanaya ketidak piawainya pihak sekolah dalam melakukan pembelajaran dan komunikasi di lembaga tersebut.
Hal ini disampikan kepada media, oleh bupati, saat dimintai komentarnya, terkait viralnya demo para pelajar di SMKN 1 Tulungagung bebrapa Minggu lalu. Apa yang terjadi itu merupakan keprihatinan bersama ,terutama di lingkungan pendidikan. Bupati masih bisa mengaku memaklumi , kalau demo demo itu dilakukan oleh yang sudah berstatus mahasiswa. Menurutnya ini harus ada yang perlu dibenahi di lingkup lembaga itu. Hal itu disampikan saat usai mengikuti sidang paripurna DPRD Tulungagung 10/9 2022 kemarin.
” Ya itu namanya perkembangan sosial. Kita berharap, guru gurunya itu bisa mengarahkan lah, mereka Kan statusnya masih pelajar….mereka bukan mahasiswa. Masalah komunikasipun itu penting. Termasuk soal instruksi yang diberikan, harus bisa menyentuh mereka. Dan itu nantinya akan kami tindaklanjuti dengan komunikasi dengan instansi terkait”, ungkap Bupati kepada ArahJatim.com.
Sementara dalam komentarnya beberapa hari lalu, kepala cabang dinas pendidikan propinsi Jatim, Sindu W mengaku akan melakukan tindakan tegas, bagi para kepala sekolah yang melakukan tindakan tanpa melakukan koordinasi dengan ya terlebih dulu.
” Adanya masalah seperti ini, hanya karena pihak sekolah abay dengan garis garis ketentuan. Alasan kedua, karena tidak ada tindakan transparan pada bidang keuangan, dan kalau bicara komite, tentunya diharapkan peran aktif komite itu dengan sekolah dan guru guru personilnya. Sebagi wujud kongkrit ketegasan yang dilakukan Cabdin propinsi, dalam waktu dekat, sekitar bulan Oktober, akan ada evaluasi riil pimpinan. Dan apa tindakannya , itu nanti kewenangan propinsi”. Ungkap Sindu .
Diakhir statemenya bupati juga berpesan, agar semua melakukan instrospeksi dan koreksi. Hal ini penting , agar dunia pendidikan itu tidak terkontaminasi dengan kepentingan kepentingan lain, diluar jalur pendidikan yang nantinya akan bisa mencetak kader bangsa menjadi harapan dan masa depan negara ini. (dni)











