Bupati Rijanto Berharap PT RMI Angkat Perekonomian Masyarakat Blitar

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48636111021_5da9f37d9d_b.jpg
Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM. dan Forkopimda serta direksi PT RMI berfoto bersama. (Foto: arahjatim.com/hms.mua)

Blitar, ArahJatim.com – Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM. melakukan kunjungan kerja di Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.

Kunjungan dalam rangka kegiatan Commissioning atau uji coba Proses Giling dan Produksi PT RMI tersebut, Bupati Blitar juga didampingi Wakil Bupati Blitar Marheinis Urip Widodo, Forkopimda dan juga kepala OPD terkait.

“Kunjungan ini juga sebagai bentuk dukungan pemerintah Kabupaten Blitar terhadap investasi PT RMI Blitar,” terang Bupati Rijanto.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar Rijanto mengatakan, bahwa PT RMI diharapkan mampu mempercepat perekonomian masyarakat di Kabupaten Blitar.

“Belum beroperasi saja karyawan yang direkrut sudah 700 lebih, belum lagi yang (ada) di lapangan. Jika selama ini tebu Blitar dikirim keluar seperti ke Malang, Kediri dan Tulungagung. Tentunya (tahun ini) akan bergeser ke PT RMI,” ujar Rijanto lagi.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga mengingatkan, agar pihak PT RMI untuk sementara tidak menggunakan kendaraan yang besar dahulu, mengingat infrastruktur di wilayah Blitar selatan belum siap.

“Kami akan terus berusaha untuk melakukan perbaikan kualitas jalan di Blitar selatan, terutama jalur poros sehingga memudahkan peluang investasi untuk mengangkat perekonomian masyarakat setempat,” Papar Rijanto.

Dalam kunjungannya rombongan Bupati disambut langsung oleh Direktur Utama PT RMI Blitar Syukur Iwantoro bersama jajaran Direksi PT RMI Blitar.

Syukur Iwantoro mengatakan, bahwa untuk tahun ini produk tebu yang dimasukkan diprioritaskan dari petani Blitar baru kemudian tahun depan dari daerah luar.

“Dari 39 ribu hektar lahan yang ada di Blitar, 30% sudah diolah atau existing. Pihak PT RMI juga melakukan pengembangan bibit dari Taiwan yang cocok untuk lahan kering, selain untuk meningkatkan produktivitas tebu dan petani, juga untuk ekspansi perluasan wilayah dengan kerjasama dengan Perhutani,” ungkap Syukur Iwantoro.

PT RMI juga memfasilitasi petani dengan aplikasi berbasis android untuk mengetahui proses tebu menuju penggilingan di pabrik. PT RMI juga memfasilitasi petani tebu untuk mendapatkan kredit KUR melalui Bank Negara Indonesia (BNI 46).

 “Mudah-mudahan dengan bermitra dengan petani melalui pembelian putus tebu dapat meminimalkan resiko. Kami akan menggunakan sistem pembayaran yang tepat waktu agar pembayaran tidak terlambat. Sehingga sebagai swasta dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar,” pungkas Syukur. (adv.hms.mua)