Bupati Pamekasan Promosikan Pejabat dan Merger Sejumlah Dinas

oleh -
Dengan menerapkan protokol kesehatan, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam melantik 411 pejabat di posisi jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas secara tatap muka dan virtual. (Foto: arahjatim.com/adv.ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Promosi dan mutasi jabatan kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Sebanyak 411 pejabat di posisi jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas resmi dilantik dan diambil sumpahnya, Kamis (14/1/2021).

Bertempat di pendopo Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam melantik 411 pejabat tersebut, dihadiri Ketua DPRD Pamekasan, Fathorrahman dan Ketua Komisi I Imam Kusairi.

“Syukur alhamdulillah hari ini sebanyak 411 JPT pratama, administrasi dan pengawas telah dilantik. Orangnya sama tidak ada perubahan, hanya saja ada beberapa kepala dinas yang mau pensiun tahun ini atas permintaan sendiri tidak mau diletakkan di bagian teknis. Dan harus secepatnya dilantik karena berhubungan dengan nomenklatur baru,” terang Bupati.

Baddrut Tamam mengatakan, ada tuntutan spirit reformasi, pihaknya harus melakukan perampingan kepemerintahan. Ada pula dinas-dinas yang dimerger (digabung) menjadi satu. Perampingan kepemerintahan ini bertujuan agar bisa bekerja cepat dan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten maju lainnya di seluruh Indonesia.

Bupati melanjutkan, Pemkab Pamekasan melakukan ini untuk menciptakan aparatur sipil yang lebih cepat bekerjanya, lebih inovatif, korelasinya dengan Tunjangan Pendapatan Pegawai (TPP). Dan TPP itu ada tiga kategori di antaranya kehadiran, inovasi dan kinerja. Kalau hanya hadir saja tapi tidak inovatif maka TPP-nya kecil. Demikian pula kalau hanya hadir tapi kinerjanya tidak bagus TPP-nya kecil juga. Sehingga TPP yang kita anggarkan mulai dari 2019 ada korelasi dengan kinerja. Artinya pejabat harus dapat reward pendapatan.

“Promosi itu harus seimbang dengan prestasi. Pejabat yang berprestasi dan memiliki kinerja bagus harus dipromosikan biar punya harapan untuk bisa menempati posisi yang lebih strategis. Tidak lagi berdasarkan suka atau tidak suka, tapi berdasarkan penilaian kinerja, inovasi dan kehadiran serta etos kerja dan semangat,” papar Baddrut.

“Mudah-mudahan seluruh kinerja yang kurang maksimal di tahun sebelumnya bisa maksimal dan optimal, etos (kerja) yang bagus, dan semangat yang bagus. Beberapa hal yang belum tercapai di tahun 2020, semoga di tahun 2021 bisa tercapai,” pungkasnya.

Pelantikan pejabat ini dilakukan dengan memperhatikan ptotokol kesehatan Covid-19. Undangan yang hadir di Pendopo dibatasi hanya 30 orang. Pejabat lainnya mengikuti acara pelantikan secara virtual dari kantor masing-masing. (adv/ndra)