Bawaslu Janji Rangkul Media se-Pamekasan, PIJP Menjadi Pengawas Bawaslu Pamekasan

oleh -
oleh

Pamekasan, Arahjatim.com – Abdullah Saidi, Partisipasi Masyarakat( Parmas) Bawaslu Pamekasan saat menjadi pemateri pada acara Media gathering KPU pada hari Jum’at tanggal 23 Agustus 2024 sempat mengatakan bahwa sangat menyesal karena menjauhi awak media, bahkan dirinya berjanji akan selalu menggandeng awak media dan organisasi awak media yang ada dikabupaten Pamekasan. Bahkan pernyaatan tersebut dilansir oleh Beritalima.com yang berjudul ‘Bawaslu Pamekasan Menyesali Telah Menghindari Wartawan, Cek Pengakuannya!!’

Namun aneh pada kenyataannya Pihak Bawaslu Pamekasan menggelar acara sosialisasi Pengawasan Partisipatif tahun 2024 pada hari rabu tanggal 18 september 2024 di hotel Cahaya Berlian dan mengundang perwakilan dari media atau organisasi yang menaungi beberapa jurnalis se- Kabupaten Pamekasan.

Berikut daftar perwakilan atau organisasi yang tercantum dalam undangan yang dikeluarkan oleh pihak Bawaslu Pamekasan, diantaranya adalah, PWI, AJI, FWP, IJTI, JCP, KJP dan IWO, sementara, media yang diundang secara pribadi diantaranya, I News Tv, Harian Bangsa, TV One, Lebur.id, blok.a.com, buletin.co.id dan anginsyurganews.com.

pasang iklan_rev3

Disisi lain, acara tersebut muncul kontroversi lantaran ada beberapa paguyuban yang tidak diundang, seperti halnya Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan ( PIJP ) yang diduga sudah termarjinalkan di Bawaslu Pamekasan.

ketua Pelaksana Harian PIJP, Wahyudi angkat bicara terkait hal tesebut bahkan menjadi pembahasan yang cukup serius diinternal kita malam ini. Selasa(17/08/2024).

“Bayangkan kebanyakan dari forum lokal itu semua ada di PWI dan IJTI sebagai induk, artinya proporsional pada forum lokal lainnya tidak diwadahi. Ya itu penilaian saya pribadi klo dilihat dari komposisi yg diundang”, tegas wahyudi.

Sementara Lutfiiadi Sekretaris PIJP ikut geram, “Organisasi kita ini sudah di Marjinalkan oleh Bawaslu, kenapa kita harus hadir pada undangan besok meskipun pihak Bawaslu mengundang kita, PIJP tidak tertera didalam undangan resmi kegiatan Bawaslu tersebut.

“Tidak hanya PIJP banyak komunitas lain yang tidak diundang dalam acara tersebut, seharusnya Bawaslu tidak membuat acara ini secara bertahap, harus serentak supaya tidak muncul persepsi buruk kepada Bawaslu, seakan – akan ada yang diistimewakan oleh Bawaslu Pamekasan”,imbuhnya

Sementara sampai berita ini dinaikkan belum ada jawaban, penjelasan atau pernyataan resmi via telpon dan chat w.a dari Ketua Bawaslu Pamekasan..(Ndra).

No More Posts Available.

No more pages to load.