Banyuwangi, ArahJatim.com – Kabupaten Banyuwangi selalu sarat inovasi untuk mengemas budayanya. Seperti yang terlihat pada Festival Drum Band Etnik. Para peserta tidak hanya memainkan alat perkusi modern, namun menggabungkannya dengan alat musik tradisional. Musik yang dihasilkan pun menjadi menarik.
Festival Drum Band Etnik ini digelar Kamis malam (31/7/2019). Sebanyak 22 grup mengikuti kompetisi yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini. Ada yang dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.
Penampilan mereka mampu menghibur ratusan penonton yang hadir. Sebanyak 22 grup beradu kepiawaian memainkan berbagai alat musik drum band, dikolaborasikan dengan alat musik tradisional seperti patrol, saron, gong, rebana, peking dan kendang.
Tak hanya memainkan alat musik, mereka juga menampilkan atraksi seni. Ada yang menari, ada juga yang menampilkan teatrikal seni. Walhasil, ribuan penonton yang menghadiri acara tersebut merasa sangat terhibur.
Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan Banyuwangi terus menggelar kegiatan kreatif yang modern namun tetap mengangkat budaya lokal. Drum band etnik salah satunya.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal budaya pop saja, namun juga tetap mencintai tradisinya sendiri. Anak-anak boleh memainkan alat musik modern, namun tidak boleh lupa dengan budayanya,” kata Anas.
Drum band yang banyak mengandalkan musik perkusi sangat memungkinkan untuk dikolaborasikan dengan alat perkusi tradisional.
“Ketika dikolaborasikan, akhirnya menjadi atraksi yang menarik. Bagaimana tepukan kendang berharmoni dengan perkusi drum band, sangat menarik sekali,” kata Anas.
Penampilan para siswa tersebut menggambarkan apa yang diharapkan Bupati Anas. Saat tampil, banyak di antara mereka yang menggunakan seragam busana etnik. Tidak hanya membawakan lagu-lagu khas Banyuwangi, namun juga lagu etnis nusantara.
Dalam satu grup, mereka bahkan bisa menampilkan lebih dari dua lagu etnik. Ada yang mengkolaborasikan lagu etnik Banyuwangi dengan lainnya, seperti Bali, Madura, dan Minang.

Seperti yang ditampilkan drum band TK Hang Tuah 21 Banyuwangi. Anak-anak yang lucu dan menggemaskan dengan penuh percaya diri membawakan lagu Sorak-Sorak Bergembira dan Minak Jinggo. Dengan gaya jenakanya, mereka bermain dengan apik dan menggemaskan. Menggunakan alat musik yang ada, mereka mainkan dengan terampil, layaknya musisi profesional.
“Menyenangkan sekali penampilan anak-anak ini. Lagu-lagu daerah nusantara yang ditampilkan mengingatkan saya pada masa kecil kita. Ini juga jadi inspirasi saya mengenalkan lagu-lagu nusantara pada anak-anak kami,” kata Santi Arini, salah seorang pengunjung yang hadir.
Event ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum 2 Pengurus Besar Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI), Kolonel Purnawirawan Muryanto. (adv/hmsbwi/ful)











