Lumajang, ArahJatim.com – Tergerak untuk membantu usaha para pengrajin tali tampar, sekelompok mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang menciptakan mesin pembuat tali tampar saat melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Ngebrok, Desa Tempeh Kidul, Kecamatan Tempeh, Lumajang, Kamis (2/12/2021).
Mesin yang diberi nama “Tampar Roller” ini pun mendapatkan tanggapan positif dari pengrajin tali tampar dan pemerintah setempat. Sebab dengan menggunakan mesin ini, para pengrajin mampu memproduksi tali tampar empat kali lebih banyak dibandingkan cara manual.
“Pakai mesin ini lebih bagus dan lebih cepat mas,” ungkap Mistari pengrajin tali tampar saat dikonfirmasi ArahJatim.com.
Awal inovasi ini bermula saat mahasiswa ITB Widya Gama Lumajang melakukan kuliah kerja nyata. Saat melakukan observasi, mahasiswa melihat banyak pengrajin tali tampar menggunakan cara manual.
Melihat sulitnya warga membuat tali tampar, membuat para mahasiswa mendiskusikan dan mencoba mencari solusi. Hingga akhirnya, para mahasiswa berhasil berinovasi dengan merakit mesin dinamo penggerak dengan kayu balok, piringan pully diesel dan karet V-Belt menjadi satu kesatuan yang berfungsi menarik dan menggulung tali rafia menjadi tali tampar.
“Di sini kan banyak UMKM pengrajin tali tampar mas, itulah yang membuat mahasiswa kami berinovasi membuat mesin ini,” ungkap Retno Cahyaningati, Dosen ITB Widya Gama Lumajang.
Hal senada juga disampaikan oleh Rektor ITB Widya Gama, Ratna Wijayanti Daniar Paramita. Menurutnya, inovasi yang dilakukan oleh mahasiswanya itu sesuai dengan tema dan tujuan kampus.
“Sesuai mas, sebab dalam KKN itu kami mengambil tema “Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya, Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif,” jelasnya.
Hasil inovasi mahasiswa ini pun mendapat tanggapan baik dari pemerintah setempat. Bahkan pemerintah setempat berjanji akan mengembangkan inovasi mahasiswa ini agar bermanfat bagi masyarakat terutama pengrajin Tali Tampar.
“Kami tentu akan menambah alat itu agar nantinya berdampak baik pada perekonomian desa,” pungkas Camat Tempeh, Pujianto.
Tali tampar merupakan salah satu hasil kerajinan masyarakat pedesaan yang biasa digunakan sebagai tali pengikat dalam aktivitas rumah tangga, salah satunya sebagai pengikat hewan ternak seperti sapi, kambing dan kuda. (rokhmad)







