Banjir Lahar Dingin Semeru Rusak Tangkis dan Bantaran Sungai

oleh -

Lumajang, ArahJatim.com – Banjir lahar dingin dari Gn. Semeru pada minggu kemarin merusak sejumlah tangkis pembatas dan bantaran Sungai Besuk Sat, di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang. Tim Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Kantor Perwakilan Lumajang bersama pemerintah desa langsung melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi, Senin (12/10/2020).

Dari pengecekan itu, sedikitnya 4 titik longsoran terjadi akibat banjir lahar dingin semeru.

“Tangkisnya satu, sementara bantarannya ada 4 titik mas yang longsor, sebab banjir yang terjadi kemarin itu sangat besar,” ungkap Kepala Desa Pasrujambe, Sugianto.

Tidak hanya itu, banjir yang membawa material vulkanik dari Gn. Semeru itu juga sempat memutus jalan alternatif penghubung antara Kecamatan Pasrujambe dengan Kecamatan Candipuro.

“Kalau kemarin gak bisa sama sekali, tapi sekarang sudah lumayan agak surut banjirnya mas, Cuma masih banyak batunya di tengah jalan ini,” terang Beni Sofyan, salah satu warga.

Sementara itu, tim Balai Besar Wilayah Sungai Brantas akan akan segera melakukan koordinasi dengan Balai Besar dan Kementrian P-U-P-R untuk melakukan perbaikan agar jika terjadi banjir susulan tidak sampai memakan korban jiwa.

“Nanti tetap kita sampaikan ke Balai Besar, agar bisa diperbaiki mas,” kata Eddy Hari Poerwanto, Kepala PPK Sungai dan Pantai IV BBWS BRANTAS.

Sebelumnya, banjir lahar dingin dari puncak Gunung Semeru terjadi pada minggu kemarin dilaporkan menerjang 3 DAS (Daerah Aliran Sungai). Bahkan data dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Dan Bencana Geologi PVMBG Pos Pantau Gunung Sawur periode pengamatan 11 Oktober 2020 merekam terjadi getaran banjir hingga 12 mili meter. (rokh/fm)