Ahmad Riyadh Sebut Tanggung Jawab Ketua Panpel Selama Pertandingan Berlangsung

oleh -

Surabaya, ArahJatim.com – Saat pertandingan berlangsung, polisi sebenarnya jika ditelaah sesuai prosedur, harusnya mereka berada di luar stadion. Polisi diperbolehkan berada dalam stadion jika terjadi sesuatu hal yang darutat.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Provinsi Jawa Timur, Ahmad Riyadh saat memberikan kesaksiannya di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Jumat (20/1).

“Kalau ada sesuatu yang emergency, polisi baru boleh masuk,” katanya menjelaskan.

arahjatim new community
arahjatim new community

Namun Riyadh menjelaskan jika aturan tersebut lantas bukan sesuatu hal yang bisa dikatakan melanggar aturan FIFA. Beberapa waktu terakhir ini PSSI telah mengikuti aturan FIFA terkait pengamanan dalam pertandingan sepakbola.

Sementara ketika ditanya mengenai penggunaan gas air mata dan penggunaan senjata di dalam lapangan, Riyadh menyebut hal itu dilarang untuk dibawa masuk ke lapangan.

“Harusnya ada pihak yang mengeur, termasuk Security Officer, dan Steward yang jaga,” ungkapnya.

Akhir-akhir ini Riyadh menyebut PSSI akan berbenah dan memberikan perhatian bagi sepakbola Indonesia. Itu berangkat pasca tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 suporter.

“Pendidikan club agak terbengkalai. Sedangkan fanatisme suporter sangat tinggi,” jelasnya.

Seharunya, sebut Riyadh, keberlangsungan keamanan selama pertandingan bisa diatasi dan menjadi tanggungjawab ketua panitia pelaksana klub.

Namun meski dirinya menyebut hal itu merupakan bagian tanggung jawab ketua panpel, simulasi pengamanan jelang pertandingan sudah dilakukan selama 10 hari lamanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.