Ada Kupon Makan Pekerja Informal, Ini Kata Warung sampai Ojol Di Banyuwangi

oleh -
Wajiono, pemilik warung makan yang terbantu dengan program pemkab Banyuwangi dalam membagikan kupon makan gratis. (Foto: ArahJatim.com/adv.hmsbwi/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Program pembagian kupon makan gratis pekerja informal terdampak wabah virus corona (Covid-19) yang melibatkan warung-warung rakyat di Banyuwangi direspons antusias. Program tersebut dinilai bisa menggerakkan ekonomi warung rakyat, sekaligus membuat pekerja informal terbantu mendapatkan makanan di tengah turunnya pendapatan di masa pandemik Covid-19.

Salah satu warung yang mendapat order dari Pemkab Banyuwangi untuk menyediakan makanan adalah Warung Wajiek. Menurut sang pemilik, Wajiono, sejak berlakunya anjuran physical distancing,  omset warungnya terjun bebas. Bahkan, dia yang biasa buka warung setiap hari, kini sering menutup usahanya.

Baca Juga :

“Biasanya bisa jual 350 bungkus sehari, sekarang sehari tidak sampai 100 bungkus. Bahkan saya sempat tutup daripada merugi. Alhamdulillah, dengan order program kupon makan ini, bisa membantu warung saya,” ujarnya.

Dalam program jaring pengaman sosial untuk warga terdampak corona tersebut, Pemkab Banyuwangi membagi kupon makan untuk pekerja informal, seperti ojek, pengemudi becak, PKL ultramikro, pengemudi angkutan kota, dan sebagainya.

Program yang diujicoba hari ini dengan menyebar 1.500 kupon makan di enam warung rakyat itu akan diperluas dengan target melibatkan lebih dari 500 warung dan menjangkau ribuan pekerja informal. Mereka akan diberi kupon makan mingguan yang disalurkan secara bertahap. Eksekusi program tetap memperhatikan protokol pencegahan, seperti makanan wajib dibawa pulang (take away) dan jam pengambilan diatur agar tidak menimbulkan kerumunan.

”Dari ujicoba hari ini, akan kami evaluasi kekurangannya. Detil dana dan mekanisme segera difinalkan berdasarkan hasil evaluasi,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Rasa syukur juga disampaikan Bambang Hermawan, pemilik Warung Ijo, warung yang juga dilibatkan Pemkab Banyuwangi dalam program ini.

“Omset memang turun hingga 60 persen. Tapi kami tetap harus bersyukur, Alhamdulillah sekarang kami dapat pesanan program kupon makan ini,” kata Bambang.

Sementara itu, seorang penerima manfaat adalah pengemudi ojek, Suwarsidi. Bagi dia, program ini bisa mengurangi pengeluaran harian.

“Order ojek sangat sepi sudah sebulan ini. Orang takut keluar rumah. Kerja seharian, tidak dapat Rp100.000. Padahal, dulu selalu lebih. Jadi program ini mengurangi pengeluaran harian,” ujar Suwarsidi.

“Sebenarnya, bagi penumpang yang akan naik ojek, jangan khawatir. Karena kami menerapkan standar pencegahan virus corona,” imbuhnya.

Rahmat, seorang supir angkutan kota (angkot), juga senang dengan program kupon makan. Supir angkot terdampak kebijakan pengalihan pembelajaran dari sekolah ke rumah.

“Selama ini kami terbantu program Pemkab Banyuwangi, yaitu angkutan gratis untuk pelajar. Sekarang program itu tidak jalan, karena sekolah libur. Apalagi, orang juga mengurangi keluar rumah. Itu sangat berpengaruh, setengah hari jalan baru dapat Rp15.000,” kata Rahmat.

”Ada program kupon makan ini mengurangi pengeluaran. Saya bisa berhemat, uang makan bisa diberikan ke orang rumah,” imbuh Rahmat. (adv.hmsbwi/ful)