200 Napi Lapas Banyuwangi Dibebaskan Secara Bertahap

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Mengantisipasi penularan virus corona atau covid-19, ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A, Banyuwangi, dibebaskan secara bertahap. Warga binaan lapas yang bebas adalah mereka yang sudah menjalani hukuman dua pertiga dari masa tahanan.

Sebelum dibebaskan bersyarat dan menjalani asimilasi, ratusan warga binaan itu terlebih dahulu diberi sosialisasi tentang bahayanya virus corona atau covid-19 oleh Kalapas Banyuwangi, Ketut Akbar Heri Achyar. Program pembebasan yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia ini diterapkan secara serentak di seluruh lapas yang ada di Indonesia dengan harapan mampu mengurangi resiko penularan covid-19 serta mengurangi anggaran negara.

Sementara di Lapas Banyuwangi, ada sekitar 200 napi yang akan dibebaskan dan menjalani asimilasi di rumah masing-masing secara bertahap. Setelah dinyatakan bebas, warga binaan yang sudah menjalani dua per tiga dari masa tahanan langsung diperbolehkan keluar dari lapas.

Suasana bahagia bercampur haru sangat dirasakan oleh para napi saat pintu Lapas dibuka, mereka langsung bersujud syukur di depan pintu lapas. Mereka juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah membuat kebijakan pembebasan para narapidana yang telah menjalani dua per tiga hukuman dari masa tahanan ini.

Pembebasan bersyarat para warga binaan ini juga diwarnai isak tangis haru para kerabat dan keluarga yang telah menunggunya di pintu keluar Lapas Banyuwangi. Ungkapan kebahagiaan ini membuat keluarga meneteskan air mata dan memeluk sanak saudara yang telah dinyatakan bebas dengan erat.

Pembebasan bersyarat ini, mendapat respons positif dari warga binaan maupun keluarga. Mereka tidak menyangka akhirnya bisa bebas dengan cepat dan bisa berkumpul dengan keluarganya.

“Enggak nyangka bisa secepat ini. Terima kasih kepada pihak Kemenkum HAM dan terima kasih Pak Jokowi,” kata Lalu, salah satu mantan napi, Kamis (2/4/2020).

Sementara itu, meski dibebaskan, para narapidana diminta oleh pihak lapas untuk mengisolasi diri di dalam rumah selama 14 hari ke depan. Selama dua pekan setelah bebas mereka juga tidak boleh berinteraksi dengan masyarakat luar untuk menghindari penularan virus corona atau covid-19.

“Yang bebas ini adalah mereka yang sudah menjalani hukuman 2/3 dari masa tahanan. Mereka harus mengisolasi diri dulu setelah bebas di rumahnya sampai 14 hari. Kami harap mereka yang bebas bisa menjadi masyarakat yang berguna dan ikut berperan serta membantu mencegah penularan virus corona,” kata Ketut Akbar Heri Achyar, Kalapas Kelas II-A Banyuwangi. (ful)