Dua Warga Terduga Positif Corona Membuat Bangkalan Menjadi Rawan Zona Merah

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Selama hampir beberapa pekan semenjak pandemi corona menyerang beberapa kota di Indonesia, semenjak itu pula Bangkalan menjadi kabupaten dengan zona kuning yang mesti waspada dalam menghadapi virus mematikan satu ini.

Hal ini terjadi sebelum membeludaknya pelancong yang mulai memadati terminal Bangkalan, mereka berbondong datang dari kota dengan zona merah yang bisajadi dapat menularkan covid 19.

Selama sepekan ini Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Bangkalan yang langsung dikomandani R. Abdul Latif Amin Imron Bupati Bangkalan telah melakukan berbagai langkah taktis baik preventif maupun promotif dalam rangka memotong penyebaran virus mematikan yang telah menjadi pandemi global ini.

Langkah preventif yang gencar dilakukan adalah melakukan penyemprotan desinfektan secara massif di beberapa area publik dan perkantoran mulai perkotaan hingga pedesaan. Seperti penyemprotan desinfektan di jalan utama Kota Bangkalan serta pintu keluar Pulau Madura, yakni di Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal.

Disamping penyemprotan desinfektan, upaya preventif yang dilakukan Gugus Tugas Covid 19 adalah memantau kedatangan penumpang dari luar kota, khususnya yang datang dari daerah zona merah. Di terminal semua penumpang disemprot desinfektan dan pemeriksaan suhu dengan thermos gun. Seminggu terakhir ini di Terminal Bangkalan tercatat 322 bus dengan jumlah penumpang 10.890 orang masuk ke Madura. Sedangkan yang turun di wilayah Bangkalan tercatat 4.546 orang, semuanya dilakukan tes.

Meskipun banyak langkah yang dilakukan pemkab Bangkalan untuk membendung kedatangan virus corona, tak lantas virus corona enggan menghampiri Kota Salak tersebut. Terbukti, per tanggal 3 April 2020, Bangkalan memasuki zona merah covid19. Lantaran hasil Rapid tes dan PCR tes dinyatakan positif bagi pasien asal Klampis dan Blega.

Menyikapi informasi yang berkembang di media sosial tentang tenaga medis di Kecamatan Klampis dan pasien di Kecamatan Blega yang Diduga positif terjangkit corona, dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Pasien tenaga medis dari Kecamatan Klampis merupakan hasil pengembangan tracing cluster TKHI. Sesuai sop semua anggota TKHI harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Hal ini dilakukan karena salah satu petugas TKHI Provinsi Jawa Timur ada yang terkonfirmasi covid 19. Sehingga kepada petugas medis dari Klampis dilakukan rapid test dan hasilnya positif. Tetapi hasil rapid tes tidak memastikan yang bersangkutan positif corona karena sesuai standart Kementerian Kesehatan RI yang bersangkutan perlu dilakukan swab tenggorokan dengan metode PCR. Saat ini yang bersangkutan sedang melaksanakan wajib isolasi 14 hari sambil menunggu hasil swab tenggorokan. Sedangkan kondisi yang bersangkutan saat ini dalam keadaan sehat.

2. Terduga positif corona dari kecamatan Blega adalah pasien datang dari Jakarta dengan mobil pribadi dan dirawat di ruang isolasi pada tanggal 27 Maret 2020. Hasil terapi kondisi pasien membaik, gambaran RO menunjukkan TB dan Pneumonia. Selanjutnya pasien dilakukan swab tenggorokan tetapi hasilnya butuh waktu beberapa hari. Karena kondisi pasien membaik sehingga pasien minta pulang paksa. Sehari kemudian keluar hasil swab tenggorokan yang menyatakan PCR positif. Pasien kemudian dijemput kembali dan diisolasi di RSUD Bangkalan. Berdasarkan saran dari Dinas Kesehatan Provinsi maka hasil swap perlu dikonfirmasi lagi ke laboratorium Litbangkes Jakarta untuk memastikan positif atau tidak. Saat ini pasien dalam kondisi baik, tidak memakai oksigen dan berada di ruang isolasi RSUD Bangkalan sambil menunggu hasil lab dari Jakarta.

Dari hasil tersebut, diharapkan bagi warga Bangkalan untuk tetap tenang, pasalnya kepanikan yang terjadi akan membuat keadaan yang kurang kondusif bagi Kabupaten Bangkalan. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus corona dan menyikapinya dengan tenang.