
Banyuwangi, ArahJatim.com – Tidak banyak ide kreatif yang dimiliki oleh seorang caleg untuk menggaet pemilih milenial. Padahal suara kaum milenial saat ini sangat potensial untuk mendongkrak elektabilitas suara partai maupun calon legeslatif (caleg) dalam pemilihan legislatif (Pileg) maupun pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019 mendatang.
Banyu Biru Djarot, caleg DPRRI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mencoba membuat sebuah film pendek berdurasi 1 menit bertemakan edukasi dengan menggandeng sejumlah anak muda eks Jebeng Tholik Banyuwangi.
Penggarapan film tersebut melibatkan sebuah rumah produksi asal Jakarta. Proses reading dan pengambilan gambar dilakukan Selasa (5/3/2019) di posko pemenangan di Jalan Kartanegara No. 01 Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi.

Ide pembuatan film tersebut muncul berdasarkan pengalamannya saat menemui simpatisannya di Daerah Pemilihan (Dapil) Situbondo dan Bondowoso. Pemilih usia tua yang sudah terbiasa mengikuti pencoblosan saat pemilu ternyata masih banyak yang salah mencolbos. Hingga akhirnya dirinya berniat membuat flim berdurasi pendek tentang tata cara pencoblosan.
“Kaum milenial adalah pemilih pemula yang sangat penting untuk mendongkrak elektabilitas. Mereka kadang belum bisa membedakan warna kertas suara coblosan. Sudah kita ajari masih saja banyak yang salah. Angka kesalahan mencapai 30 persen. Lha kalau seribu orang berarti yang salah 300 dong. Di iklim demokrasi, satu suara sangat menentukan kemenangan. Mangkanya kita gandeng kaum muda milenial untuk membuat film pendek bertemakan edukasi,” ungkap Banyu Biru Djarot di sela melihat proses syuting film.
Menggugah kepedulian politik bagi kalangan millenial tentu sangat penting, yaitu dengan pola pendekatan dan menggunakan cara yang digemari anak muda agar mereka terpikat kemudian menjatuhkan pilihan politiknya. Karena anak muda zaman now sukanya yang lucu dan heboh. (ful)










