
Lumajang, ArahJatim.com – Kasus penyerangan gerombolan kera liar terus mendapat perhatian sejumlah pihak. Di antaranya dari TNI dan Polri. Tim gabungan TNI dan Polri yang dipimpin Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban melakukan patroli terhadap habitat kera liar di danau Ranu Klakah, dan Ranu Pakis. Pada kesempatan itu, Kapolres juga menyempatkan diri menjenguk balita yang menjadi korban penyerangan kera, Senin (14/1/2019).
Baca juga:
- Gerombolan Kera Liar Teror Warga, Empat Balita Jadi Korban.
- Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Jenguk Korban Serangan Kera.
- Sungguh Tragis..! Kakek Lanjut Usia Tewas Dicabik-Cabik Anjing Pitbull.
“Meski yang satu ekor sudah dilumpuhkan oleh warga, namun kali ini kita bersama TNI dan masyarakat terus melakukan langkah-langkah antisipatif dengan mengusir kera yang turun ke permukiman warga,” ungkap AKBP Muhammad Arsal Sahban, Kapolres Lumajang saat ditanya ArahJatim.com di lokasi patroli.
Lebih lanjut pihaknya juga meminta warga agar tidak mengganggu kera-kera yang hidup di habitatnya itu agar tidak turun ke permukiman.
“Kalau tidak mengganggu ya jangan diganggu lah, yang pasti kalaupun nanti mengusir kera yang turun ke rumah-rumah, tolong jangan dibunuh, cukup sebatas dilumpuhkan saja,” tambahnya.

Sebagai mana diketahui, di sekitar Gunung Lemongan tepatnya di danau Ranu Pakis dan danau Ranu Klakah memang habitat hidupnya kera liar. Diduga, kera-kera ini turun dari gunung Lemongan karena kondisi gunung api yang satu ini cukup memprihatinkan setelah adanya penebangan liar pada tahun 1999. (rokhmad)










