Kediri, ArahJatim.com – Calon Bupati Petahana Mas Dhito nomor urut dua , hari ke 7, kembali melanjutkan kampanye dialogis bersama masyarakat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Selasa (1/10/2024). Kampanye ini disambut hangat oleh ratusan warga yang antusias mendengarkan gagasan dan visi pasangan calon ini.
“Jadi memang saya setiap turun lebih suka berdialog, karena dari dialog itulah akan muncul program program yang akan datang dan kita menyusun program berdasarkan kebutuhan masalah yang ada di masyarakat,” ujar Mas Dhito.
Ia menambahkan hari ini banyak kader posyandu, kader kader di desa itu kan sebenarnya kerjanya luar biasa tapi insentifnya masih 50.000 dan potong pajak 3000 dapat 47.000, Nah hal seperti itu yang Kita pikirkan kesejahteraan mereka.
“Kita naikkan ke 100 kalau naik ke 100 tanpa potong pajak dan kita bantu berikan bpjs, kalau kita naikkan ke 150 potong pajak dan BPJS nya kita potong dari situ, jadi memang simulasi anggaran yang akan kita lakukan setelah ini,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah angka segitu realistis, Mas Dhito menjawab, “Sangat Realistis kurang lebih kalau dihitung hitung anggaran yang harus dikeluarkan 13 – 15 milliar tergantung kebutuhan sevara menyeluruhnya nanti,” katanya.
Nidhaurrohmah salah satu Kader Posyandu asal RT 2 RW 7 Desa Sidomulyo merasa senang, ia berharap kenaikan insentif dapat segera terealisasi.
“Kalau nanti ditambah lagi kan tambah semangat lagi kerjanya,” ujarnya.
Mas Dhito juga melanjutkan kalau kita bicara sektor pendidikan, bagaimana nasib guru guru honorer yang hari ini, masih banyak di Kabupaten, yang insya allah, kalau saya masih diberikan mandat untuk melayani masyarakat guru honorer ini akan kita angkat untuk menjadi PPPK semua.
“Kalau di sektor kesehatan kita masih punya kendala, kita belum ada rumah sakit rawat inap yang layak di bagian barat sungai, jadi warga semen pasti rata rata akan ke kota Kabupaten tetangga. Maka harapannya di barat sungai nanti akan ada rumah sakit baru, Apakah harus selalu dari APBD tidak? Kalau kita menggantungkan pembangunan Kabupaten ke APBD maka tidak akan pernah sanggup, kerja sama dengan pihak ketiga, Investasi kita datangkan ke Kediri,”tuturnya.
Mas Dhito juga menyampaikan dalam dialok, Tadi ada yang menyampaikan bahwa ada UMKM yang ternyata sudah go internasional.
“Ya alhamdulillah, saya ingat ibu itu datang ke saya tahun 2023 Awal datang ke pendopo ke acara Jumat ngopi menyampaikan bahwa teh rosella adalah komoditas utama yang harus dijaga, tapi beliau merasa harganya hancur pada saat itu seIngat saya di harga 18 sampai 21.000 harga teh rosella perkilo, alhamdulillah hari ini kita berhasil menjaga harga. teh rosella di angka kisaran 65 sampai 75.000, jadi peningkatannya sudah sangat signifikan. Ini yang masih menjadi tugas kami, “jelasnya.
Mas Dhito juga menghimbau kepada teman teman petani mangga podang untuk tidak membuster mangganya. Biarkanlah buahnya itu matang pohon, itu yang menjadi pesan saya kepada petani mangga podang.
” Jika masih ingin terus survive jangan hanya berjualan dengan bentuk mangga lagi. Kalau bisa didiversifikasi produk menjadi dry mango mangga yang dikeringkan atau apa macam macam sebenarnya formulanya,”pungkasnya. (das)










