Tulungagung, ArahJatim.com – Dinamika tahun politik kali ini sudah semakin cepat bergerak. Hal yang selama ini mungkin masih dianggap biasa biasa saja, ternyata tidaklah demikian adanya. Jadwal yang secara rigit dijadwalkan oleh penyelenggara pemilu resmi, sekan hanya aturan normatif, yang tidak bisa membendung kreatifitas sosialisasi kontestan politik dalam persiapan kompetisi.
Hal itu terasa ketika para media, termasuk ArahJatim.com. Untuk mengikuti arus dinamisasi politik akhir- akhir ini.
Rabu, 22/11/2023.beberapa media , termasuk Media online ArahJatim.com, diajak diskusi calon legislatif, untuk diskusi dinamika itu, dalam sebuah forum santai ” Ngopi Bareng ” . Adapun tamunya, calon legislatif Tomi Gandhi Sasongko. Nama yang lebih dikenal dengan Tomi Gandhi-, adalah caleg Jatim dari dapil Tulungagung-Blitar- Kediri. Secara kerenya, Tomi Gandi masih tercatat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Blitar.
Hal yang menarik dari dari agenda ngopi bareng itu, ternyata tokoh yang satu ini dengan lantang menyampikan ” orang muda saatnya merebut kesempatan”.Hal itu berlaku dalam semua bidang positif- kehidupan dan sosial di masyarakat. Berikut dialog singkat yang tergambar dalam ngopi bareng itu.
” ArahJatim.com. : Sampeyan kok begitu bersemangat dalam diskusi, jangan jangan karena sampeyan mau nyaleg mas ?
Tomi Gandhi. : Ya, jujur itu ada kaitannya. Tetapi begini, pertama harus kita pahami, kalau kita ingin ikut dalam sistem negara, baik itu dalam melakukan gagasan, atau apapun, jalur politik adalah hal yang Syah. Nah disinilah, harus menjadi pegangan kita. Kita harus punya keberanian, dan tekat merebut kesempatan itu, tidak bisa tidak.
ArahJatim com. :Memangnya mengapa harus merebut ? Bukanya sebenarnya saat ini kesempatan itu terbuka ? Ada apa kok kalimatnya ekstrim, harus merebut ?
Tomi Gandhi. : Jujur diakui, era ini sebenarnya adalah era baru, jaman baru, jaman perkembangan generasi baru. Kita tahu, tokoh tokoh dulu, saat ini masih ingin terus pada posisi nyaman, sementara perkembangan generasi muda luar biasa. Nah kalau generasi muda itu, juga sama dengan tokoh tokoh lama, punya pemikiran nyantai dan tidak berani merebut, kapan generasi ini mampu berperan membangun negeri ini ? Kita harus berani berpikir beda secara proporsional dan profesional. Ada hal yang tidak boleh ditinggalkan oleh generasi muda dalam berani merebut peran, ” etika dan waras berpikir “.
Itulah sedikit gambaran dinamika yang terjadi dalam dunia perpolitikan saat ini. Sebagai anggota masyarakat, dalam menyikapi hal hal seperti itu, hendaknya juga cerdas. Pengamat Sosial, dan sekaligus tokoh muda NU , Amran S dari yayasan Al Mimbar Tulungagung, mengaku, saat ini pola merebut kesempatan harus menjadi trend yang harus terus digaungkan di dada setiap anak muda. Ini sudah jaman berpihak pada generasi sekarang, dan itu harus di tangkap dengan sebuah kecerdasan riil, untuk berperan dalam dinamika republik ini.( don1)










