Surabaya, ArahJatim.com – Paspor elektronik (E Paspor) ke depan tidak hanya berbasis kertas. Nantinya, blangko E Paspor diganti menggunakan bahan polikarbonat (PC). Diharapkan penggunaan E Paspor lebih awet untuk penggunaan jangka panjang.
Hal itu diungkapkan langsung Kepala Seksi (Kasi) Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) Kantor Kelas 1 TPI Tanjung Perak Surabaya Wawan Anjaryono. Dia mengatakan pelayanan keimigrasian terkait permohonan paspor saat ini tetap menggunakan jenis paspor reguler. Baik jenis paspor biasa atau elektronik. Untuk E Paspor saat ini masih berbasis kertas.
“Ke depannya tidak hanya berbahan kertas saja nanti. Bahannya pakai polikarbonat. Tidak mudah rusak,” ujarnya. Lebih tepatnya, bahan yang digunakan adalah berjenis termoplastik.
Sebelum itu, ada beberapa hal yang memang perlu disiapkan. Terkait mesih cetak, bahan PC, dan sebagainya. Mesin cetak E Paspor yang lama tentunya berbeda dengan mesin cetak E Paspor yang berbahan PC.
Kantor imigrasi (Kanim) Kelas 1 TPI Tanjung Perak Surabaya, lanjut dia, siap jika pelayanan tersebut mulai diberlakukan. Soal waktu pelaksanaan, pihaknya masih belum tahu kapan akan dimulai. Akan ada uji coba terlebih dahulu sebelum benar-benar diterapkan.
Wawan mengatakan sejatinya pelayanan E Paspor berbahan PC sudah tersedia di beberapa Kanim. “Salah satu contohnya Kanimsus TPI Soekarno Hatta Jakarta. Untuk wilayah Jatim masih belum,” katanya.
Meski begitu, pada prinsipnya, paspor biasa dan paspor elektronik berbasis kertas ataupun PC memiliki fungsi yang sama.
Kasubsi Pelayanan Dokumen Perjalanan (Yandokjal) Kanim Kelas 1 TPI Tanjung Perak Surabaya Wahyudiantoro mengatakan fungsinya sebagai bukti identitas diri yang berlaku secara internasional dan dapat digunakan untuk melakukan perjalanan. Bedanya, ada pada sisi kelengkapan data dan tingkat akurasi.
Paspor biasa hanya memuat data diri dan foto pemegang paspor saja. Namun, paspor elektronik memuat data yang lebih lengkap, yaitu data biometrik wajah dan sidik jari pemegangnya. Data ini tersimpan dalam chip dan bisa dipindai. Dengan adanya data biometrik pada chip tersebut, paspor elektronik lebih sulit dipalsukan. (Dan/Vik)










