Seorang Bocah Tewas Tenggelam Di Kolam GOR Tawang Alun

oleh -
oleh
Di kolam renang inilah korban Aqila Aprilia, bocah perempuan berusia empat tahun ditemukan tewas tenggelam saat berenang Rabu (18/12/2019) sore. (Foto: arahjatim.com)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Bocah berusia empat tahun warga Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, ditemukan tewas tenggelam saat berenang di kolam renang kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Tawang Alun, Rabu (18/12/2019) sore. Bocah perempuan bernama Aqila Aprilia tersebut pertama kali ditemukan oleh warga dalam posisi sudah tenggelam di dasar kolam khusus anak-anak sedalam satu meter.

Oleh petugas pengelola kolam, dan dibantu warga serta orang tua, korban sempat ditolong dan dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong. Diduga kuat, korban tenggelam karena lepas dari pengawasan orang tuanya.

Musibah yang dialami putri dari pasangan suami-istri Sailik dan Misnati tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Korban saat itu ikut orang tuanya berdagang di sekitar GOR Tawang Alun sekaligus meminta berenang.

pasang iklan_rev3

Oleh sang ayah korban diantar ke kolam renang, tidak jauh dari tempat sang ayah berdagang. Setelah mengantar anaknya masuk ke area kolam, ayah korban bukannya mengawasi anaknya, melainkan memilih tidur di sebuah kursi tak jauh dari kolam karena kelelahan.

Sesaat setelah korban menceburkan diri ke dalam air, anak-anak lain yang juga berada di area kolam tiba-tiba teriak histeris meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar oleh warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca juga:

“Awalnya anak-anak ada yang teriak-teriak, saya dekati ternyata tubuh korban sudah di dasar air. Langsung saya angkat tapi korban sudah tak bergerak dan mulutnya mengeluarkan busa. Selanjutnya kami bawa ke rumah sakit untuk dilakukan pertolongan. Saat kejadian orang tuanya kaget karena tertidur,” kata Bambang, warga yang menolong korban.

Nahas, setiba di RSUD Blambangan, nyawa korban sudah tiada. Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian, musibah tewasnya korban selain disebabkan karena korban tak bisa mengendalikan tubuhnya saat berada di dalam air kolam, juga disebabkan karena kelalaian orang tuanya dalam menjaga anaknya yang sedang bermain di kolam renang.

“Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Imbauan kami, orang tua harus tetap mengawasi anaknya yang berenang meski itu kolamnya khusus anak-anak. Dari informasi, ayah korban memang sedang tertidur di dekat kolam karena kelelahan,” ungkap Iptu Suryono Bakti, Kapolsek Giri.

Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menganggap tenggelamnya korban sebagai musibah. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.