Pemkab Tulungagung Luncurkan Logo Hari Jadi ke-821: Usung Filosofi Reog Kendang hingga Tombak Kyai Upas

oleh
oleh

​Panggung hiburan rakyat di titik nol aloon-aloon meriahkan peluncuran logo dan maskot karya warga lokal. Plt. Bupati sebut tema “Gumregah” jadi momentum kebangkitan daerah.

​Tulunggung, ArahJatim.com — Kabupaten Tulungagung resmi menginjak usianya yang ke-821 pada November 2026. Pemerintah Kabupaten Tulungagung menandai momentum bersejarah ini dengan meluncurkan logo dan maskot resmi peringatan hari jadi secara terbuka di kawasan titik nol kilometer, selatan Aloon-aloon Tulungagung, Jumat malam (30/10/2026).

​Acara yang dikemas dalam bentuk panggung hiburan rakyat tersebut berhasil menarik antusiasme tinggi dari masyarakat. Seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir menyaksikan kemeriahan pagelaran seni dan kebudayaan lintas genre yang disajikan di panggung terbuka.

​Tepat pukul 19.30 WIB, tirai penutup resmi dibuka. Peluncuran dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., yang disambut sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari ribuan warga yang memadati lokasi acara.

pasang iklan_rev3

​Filosofi Mendalam di Balik Logo Hari Jadi ke-821

​Dalam sambutannya, Plt. Bupati Ahmad Baharudin memaparkan makna dan filosofi di balik desain logo resmi yang sarat akan identitas lokal. Menariknya, logo tahun ini merupakan murni hasil karya cipta masyarakat melalui sayembara terbuka yang dimenangkan oleh Darmawan Tri Laksono, warga Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung.

​”Angka 8 kita bentuk menyerupai Kendang atau Dhodhog, ini adalah jantung dari kesenian Reog Kendang yang menjadi identitas utama Tulungagung,” ujar Ahmad Baharudin di hadapan warga.

​Ia juga merinci makna visual pada angka lainnya. Angka 2 melambangkan liukan sampur penari sekaligus kekokohan Arca Dwarapala sebagai gambaran sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Sementara itu, angka 1 divisualisasikan sebagai paruh Burung Garuda dan Tombak Pusaka Kyai Upas, yang merepresentasikan simbol kebangkitan serta perlindungan bagi daerah.

​Tidak hanya itu, logo tersebut juga memuat sejumlah ornamen khas daerah seperti Tugu Garuda, peta wilayah Tulungagung, Gerbang Masjid Tawangsari, hingga Jembatan Plengkung Mangunsari. Seluruh elemen digabungkan secara harmonis guna menegaskan karakter Tulungagung sebagai wilayah yang religius, historis, dan kaya budaya.

​Usung Tema “Gumregah” Menuju Tulungagung Lohjinawi

​Peringatan Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung tahun ini mengusung tema besar: “Gumregah, Nyawiji lan Ngabekti Tumuju Tulungagung Lohjinawi”. Tema ini merefleksikan semangat kebangkitan bersama, persatuan, serta pengabdian seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Tulungagung yang makmur, subur, dan sejahtera (lohjinawi).

​Melalui perayaan yang meriah dan sarat makna ini, Pemkab Tulungagung berharap masyarakat semakin memiliki rasa cinta terhadap daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun Tulungagung yang lebih maju ke depannya. (don1)

No More Posts Available.

No more pages to load.