Semarak Puncak “Pamekasan Traditional Culture”: Sukses Besar, Siap Jadi Agenda Tahunan yang Menggebrak!

oleh
oleh
Oplus_131072

PAMEKASAN, Arahjatim.com — Langit malam Bundaran Monumen Arek Lancor, Kabupaten Pamekasan, bergemuruh dalam kemeriahan. Rangkaian acara Refleksi Hari Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus Closing Ceremony “Pamekasan Traditional Culture” resmi ditutup dengan sukses besar dan meninggalkan kesan yang mendalam di hati masyarakat.

Malam puncak yang spektakuler ini dihadiri oleh jajaran penting Kabupaten Pamekasan. Tampak hadir Kepala Bidang Kebudayaan Pamekasan, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Pamekasan (DKP), para budayawan, pegiat serta pelaku seni, pelaku UMKM lokal, para pemenang lomba, hingga tumpah ruahnya masyarakat umum yang memadati lokasi acara.

Kemeriahan malam penutupan benar-benar memanjakan mata penonton melalui deretan penampilan spesial yang autentik dan berenergi tinggi. Pertunjukan musik tradisional Daul Lancenk Sakera dan Brikustik sukses menghipnotis ribuan pasang mata yang hadir.

pasang iklan_rev3

Tidak hanya itu, momen paling ditunggu-tunggu adalah penyerahan penghargaan kepada para juara dari berbagai ajang perlombaan bergengsi, mulai dari lomba puisi, menyanyi lagu daerah, tari Samman, hingga fashion show yang menampilkan kreativitas anak muda Pamekasan.

Ketua AJP, M. Khairul Umam, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang bahu-membahu menyukseskan gelaran akbar ini, termasuk kepada Kabid Kebudayaan dan Ketua DKP, Arief Wibisono.

“Kegiatan ini merupakan wujud semangat bersama (spirit bersama) dan lembaran baru bagi Kabupaten Pamekasan dalam melestarikan kebudayaan. Besar harapan saya, agar kegiatan seni dan budaya ini dapat dijadikan sebagai agenda event tahunan ke depannya,” seru Khairul Umam dengan penuh optimisme.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk merancang konsep acara yang jauh lebih profesional di masa depan, agar gaung kebudayaan ini dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas—baik di kawasan Pantura maupun wilayah selatan Pamekasan. Tak lupa, ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama perhelatan berlangsung.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), Arief Wibisono, mengungkapkan bahwa suksesnya acara ini adalah sebuah kehormatan besar bagi seluruh pelaku dan penggiat seni di Pamekasan.

“Semoga ke depannya kesenian bisa lebih digaungkan dan dihidupkan lagi tanpa melanggar norma-norma yang ada di Pamekasan atau Bumi Gerbang Salam, serta selalu selaras dan bersinergi dengan pemerintah dan para ulama,” pungkas Arief penuh makna.

Dengan suksesnya perhelatan tahun ini, gelaran Pamekasan Traditional Culture sukses membuktikan bahwa api semangat kebudayaan dan kreativitas pemuda Pamekasan tidak pernah padam. Ajang ini kini menjelma menjadi napas baru sekaligus event tahunan paling dinanti yang siap membawa budaya lokal Pamekasan terbang semakin tinggi. (Ndra)

No More Posts Available.

No more pages to load.