Kediri, ArahJatim.com – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di Kota Kediri tidak hanya berfokus pada aktivitas di dalam kelas, tetapi juga mencakup keamanan perjalanan siswa dari rumah menuju sekolah. Menanggapi perhatian masyarakat terkait padatnya arus lalu lintas pada jam sibuk pagi hari, Pemerintah Kota Kediri bersama DPRD dan jajaran kepolisian terus memperkuat koordinasi untuk menghadirkan rasa aman bagi para pelajar.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, S.T., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi produk hukum bertajuk “Kolaborasi, Awasi, dan Lindungi Anak” ini digelar untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menyelaraskan pemahaman mengenai aturan keselamatan di jalan raya.
”Kami ingin memastikan anak-anak kita dapat berangkat dan pulang sekolah dengan tenang, tanpa rasa waswas. Pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait memiliki tanggung jawab untuk menyediakan ruang yang aman dan memfasilitasi kebutuhan tersebut secara berkelanjutan,” ujar Imam Wihdan saat membuka acara di Kediri.
Ia menambahkan, keterlibatan semua pihak, mulai dari pendidik, orang tua, hingga dinas teknis, sangat diperlukan agar kepadatan lalu lintas di titik-titik sekolah dapat terurai dengan baik dan potensi risiko kecelakaan bisa diminimalisasi.
Pendekatan Edukatif dan Penguatan Peran Orang Tua
Dari sudut pandang edukasi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri, Aditya Bagus Prawicaksono, S.I.P., M.Si., menekankan pentingnya kesadaran bersama mengenai usia ideal dalam berkendara. Melalui program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Dinas Pendidikan mengimbau para orang tua agar lebih mengutamakan pendampingan atau memanfaatkan fasilitas transportasi publik bagi putra-putrinya yang masih di jenjang SMP.
”Kematangan emosional anak-anak usia sekolah tingkat pertama tentu masih dalam tahap pengolahan. Oleh karena itu, dukungan orang tua untuk mengantar jemput atau mengarahkan pemanfaatan bus sekolah sangat membantu menjaga keselamatan mereka di jalan raya,” jelas Aditya.
Selain aspek keselamatan fisik, Dinas Pendidikan juga mengajak orang tua untuk terus menjalin komunikasi yang hangat dengan anak-anak di rumah. Pendampingan emosional yang baik diyakini dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, baik di lingkungan sekolah maupun saat berinteraksi di ruang publik.
Fasilitas Transportasi Umum dan Dukungan Penataan Jalan
Guna memberikan solusi konkret bagi mobilitas siswa, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebijakan Perhubungan telah menghadirkan sarana Bus Mapan Satria yang beroperasi secara gratis, serta layanan Mapan Ceria khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Perhubungan Kota Kediri, Hasan Subekti H., menyampaikan bahwa pemanfaatan angkutan umum secara bertahap efektif mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan-jalan protokol pada pagi hari.
”Setiap armada bus yang terisi penuh mampu mengurangi beban puluhan sepeda motor di jalan raya. Kami terus mengoptimalkan layanan ini agar perjalanan anak-anak sekolah semakin lancar dan teratur,” kata Hasan.
Sementara itu, perwakilan Polres Kediri Kota, Iptu Iwan Suleman, S.H., mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi lalu lintas dan kelengkapan berkendara standar bagi pelajar yang sudah memenuhi syarat usia. Kepolisian menyatakan siap menindaklanjuti masukan dari pihak sekolah terkait penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga ketertiban di kawasan sekitar sekolah secara bijak dan proporsional. (das)










