Pamekasan, ArahJatim.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pamekasan meluncurkan program pelatihan baru bagi warga binaan, yaitu pelatihan pembuatan paving block. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan CV Wahyu Agung selaku mitra dan rekanan program ini. Acara penandatanganan MoU dilaksanakan di ruang Kalapas IIA Pamekasan, Kamis (10/2).
Kalapas Klas IIA Pamekasan, Seno Utomo mengatakan, melalui program pelatihan pembuatan paving block ini, warga binaan diarahkan agar selalu produktif dan bisa membaca peluang usaha untuk bekal berusaha kelak setelah keluar dari Lapas.
“Hari ini kita melaunching program pelatihan pembuatan paving block sebagai sarana pemberdayaan keterampilan bagi Warga Binaan serta sekaligus penandatanganan MOU dengan CV Wahyu Agung,” ujarnya.
Seno berharap melalui program unggulan ini dapat meningkatkan kemandirian dan keterampilan warga binaan, sehingga kemampuan yang diperoleh saat di Lapas bisa diterapkan nanti setelah bebas dan bisa menghasilkan pendapatan yang dapat meringankan beban hidupnya dan keluarga.
Pelatihan pembuatan paving block ini, lanjut Seno, sudah berjalan sejak empat hari lalu dan warga binaan sangat antusias mengikutinya. Hal ini dibuktikan dengan semangat dan keseriusan mereka dalam mengikuti kegiatan ini.
Di bawah bimbingan instruktur dari CV Wahyu Agung, dalam sehari mereka sudah bisa menghasilkan sekitar 300 buah paving block. Paving blok buatan warga binaan ini nantinya akan dijual kembali ke CV Wahyu Agung, selaku rekanan sekaligus mitra Lapas Klas II A Pamekasan. Dan nanti hasil penjualannya akan disetor kepada negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Seno mengatakan, MoU dengan CV Wahyu Agung ini ditandatangani untuk masa satu tahun ke depan. Diharapkan kerja sama ini akan saling menguntungkan kedua belah pihak.
Kalapas menambahkan, selain program unggulan pelatihan pembuatan paving block, pihak Lapas juga menyediakan program pelatihan lainnya seperti di sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan pertanian milik Lapas seluas 1,5 hektare.
Di sektor peternakan, para WBP dapat mengembangkan kemampuannya dalam beternak sapi, kambing, ayam potong, ayam kampung, dan lele. Serta program rehabilitasi bagi pengguna narkoba yang diikuti oleh 170 warga binaan dan dilakukan selama 6 bulan. Setelah selesai mengikuti program rehab, WBP ini juga akan diikutkan dalam program unggulan kemandirian.
Junaidi, salah satu WBP peserta program pembuatan paving blok mengaku senang dan antusias mengikuti kegiatan ini.
“Saya sangat senang mengikuti program unggulan ini, karena dengan kegiatan semacam ini saya bisa memiliki keterampilan yang tidak dimiliki sebelumnya, meski sebelumnya saya merasa kesulitan. Terima kasih saya ucapkan kepada Kalapas Klas II A Pamekasan yang telah memberikan pembekalan keterampilan pada kami. Semoga dengan program ini kami akan menjadi manusia yang lebih berguna lagi bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain,” ujar Junaidi. (ndra)











