Hadiah Natal, Lapas Tulungagung Berikan Remisi 14 Napi

oleh
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com – Sebagaimana yang diatur dalam ketentuan kemenkumham, pada saat acara acara nasional tertentu , para napi yang kini dalam pembinaan berhak mendapatkan pengurangan, artau pembebasan. Untuk tahun ini, Lapas Kelas IIB Tulungagung Kanwil Kemenkumham Jawa Timur mengajukan belasan warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mendapatkan remisi. Secara jumlah, pihak lapas telah mengusulkan 14 orang warga binaan kepada kementerian, sebagaimana dalam ketentuan , mereka yang memenuhi syarat dan bisa diajukan.

Seperti yang sudah diajukan, diharapkan usulan remisi itu klir semua.

Kepala Lapas kelas 2B Tulungagung,Raden Budiman Priatna Kusumah, melalui Kasi Binadik Rizzal Arbi Fanani mengatakan, 17 orang WBP yang diajukan remisi Hari Raya Natal semuanya beragama Nasrani.
Dari 17 orang itu, tiga diantaranya , masih berstatus titipan. Dengan begitu resminya 14 orang, yang memenuhi syarat untuk pengurangan masa hukuman. Dari 14 orang semuanya diajukan .

pasang iklan_rev3

“Sebenarnya ada 17 orang warga binaan yang beragama Nasrani, namun yang memenuhi syarat 14 orang. Dari 14 orang itu, satu ada yang perempuan,” kata Rizzal Arbi Fanani saat dikonfirmasi di kantornya. Rabu 21/12/2022.

Kasi binadik menambahkan, dari 14 yang diajukan mendapat remisi terdiri dari 10 orang dengan kasus narkotika dan 4 orang , kasus pidana umum. Ke 14 WBP itu bakal mendapat remisi atau potongan tahanan kisaran 15 hari hingga 3 bulan. Namun ada 1 orang WBP yang langsung bebas. Terkait identitasnya, secara resmi akan disampaikan sendiri Kalapas, setelah surat resmi dari kementerian sudah diterima.

” Remisi itu rencananya akan diberikan kepada WBP pada 24-25 Desember 2022. Karena harus melalui proses rekomendasi dari kementerian yang di disposisikan dari kementerian kepada Kalapas Tulungagung ” tambah mas Rizzal panggilan akrap Kasi binadik.

Sementara terkait bagaiman nantinya peringatan natal bagi penganut Nasrani di lapas seperti biasanya, secara diplomatis Rizzal , pihaknya masih menunggu beberapa proposal, siapa yang akan melakukan ibadah natal di lapas. Setelah masuk akan dipelajari pihak lapas, nantinya Kalapas yang akan memutuskan. Biasanya memang pihak lapas menggandeng kelompok jemaat dalam menjalankan natalan di lapas. Secara lembaga pihaknya berharap agar kegiatan seperti itu justru mampu memberikan banyak pelajaran rohani, bagi penganutnya, agar mampu memberikan nilai positif, dan nantinya akan mencegah mereka mereka yang berhadapan hukum dan konsekwensinya.

” Secara umum dengan peringatan hari raya apapun, pihak lapas sangat mendukung, dan tentunya untuk sebuah perubahan menuju kebaikan “, ungkap Rizzal yang juga didampingi KSP Lapas, Syamsir di ruangannya.(dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.