Warga Kediri Gempar, Balita Ditemukan Di Dalam Sumur

oleh -
oleh
Suasana duka menyelimuti keluarga korban di Desa Padangan Kecamatan Kayen Kidul, Senin (20/5/2019) dini hari. (Foto: ArahJatim.com/das)

Kediri, ArahJatim.com – Warga Dusun Padangan Kidul Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul Kediri, Senin (20/5/2019) dini hari gempar. Pasalnya warga menemukan Ahmad Zafran (3 th) warga setempat kejebur di sumur milik Sumut, warga sekitar.

Kapolsek Pagu AKP Ismu Kamdaris melalui Kasi Humas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagyo mengungkapkan awal mula peristiwa naas itu terjadi.

Kejadian diketahui sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, pada hari Minggu (19/5/2019) sekitar pukul 09.00 WIB, korban bersama kedua orang tuanya.

pasang iklan_rev3

“Awalnya korban bersama orang tuanya, lalu sang Saeofah ibu korban pergi ke pasar dan korban bersama ayahnya,” ungkap Bripka Erwan.

Korban yang saat itu bersama ayahnya, Kemal Tri Lawan, membersihkan sepeda motornya.

Disaat ditinggal bersih-bersih sepeda motor, korban tiba-tiba menghilang. Karena merasa kawatir, sang ayah mencari korban ke rumah kakeknya yang rumah kakeknya di utara rumah pelapor jarak 500 meter.

“Pada saat korban dicari di rumah kakeknya tidak ada, keluarga korban panik dan meminta bantuan warga sekitar,” terang Bripka Erwan.

Keluarga korban meminta ke warga untuk melakukan pencarian akan tetapi korban juga belum di ketemukan. Menurut keterangan kedua orang tua korban dan para saksi, korban memepunyai kelainan mental yaitu sehari-harinya korban sangat hiperaktif.

Baca Juga :

Hal tersebut membuat Kemal sangat khawatir dan melaporkan kejadian anak yang hilang ke Polsek Pagu. Pihak keluarga terus melakukan pencarian, namun hingga malam hari korban belum ditemukan. Sekitar pukul 03.00 WIB Zafran ditemukan di sumur milik Sumut.

“Korban ini sangat hiperaktif. Dan pada akhirnya warga berhasil menemukan korban di dalam sumur. Diduga korban bermain di sekitar sumur dan akhirnya korban terjebur,” jelas Kasi Humas.

Petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan evakuasi terhadap korban. Pihak kepolisian melakukan identifikasi dan melakukan visum untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Diduga korban kejebur di sumur pada saat bermain. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” tegas Bripka Erwan.(das)

No More Posts Available.

No more pages to load.