Warga Desa Toyoresmi Berebut Gunungan Tahu, Simbol Syukur di Grebeg Suro

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Suasana di pinggir jalan Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, mendadak riuh pada Jumat (18/7). Ratusan warga tumpah ruah memadati jalan untuk mengikuti tradisi tahunan Grebeg Suro yang digelar dengan kirab gunungan tumpeng berisi tahu kuning khas Kediri dan aneka hasil bumi.

Warga tampak antusias dan rela berdesak-desakan demi bisa mendapatkan tahu kuning dari gunungan. Tak hanya tahu, warga juga berebut sayur-sayuran segar seperti tomat, wortel, bayam, dan kacang panjang yang turut dikirab bersama tumpeng tahu. Beberapa bahkan naik ke atas gunungan demi bisa menggapai hasil bumi, hingga seorang warga sempat terjatuh akibat berebut.

Meski panitia terus mengimbau agar warga tidak saling dorong, kekhawatiran tidak kebagian membuat suasana makin padat. Namun di balik kericuhan kecil itu, tersimpan semangat kebersamaan dan tradisi syukur yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

pasang iklan_rev3

“Tadi terpaksa berebut karena takut nggak kebagian,” ujar Dian, salah satu warga. “Alhamdulillah dapat sayur dan buah-buahan. Nanti dimasak buat makan bareng keluarga di rumah.”

Menurut Kepala Desa Toyoresmi, Gatot, gunungan tumpeng tahu kuning merupakan simbol kuliner lokal dan sekaligus bentuk syukur atas hasil panen serta keberlangsungan usaha UMKM warga. Kirab ini juga menjadi doa bersama agar masyarakat desa selalu diberi keselamatan dan keberkahan.

“Ada sekitar 4.500 potong tahu kuning yang kami susun menjadi gunungan,” jelas Gatot. “Tahu ini khas Kediri. Kami juga menambahkan hasil bumi dari petani sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas rezeki dan panen yang melimpah.”

Kirab dimulai sejak pagi dengan arak-arakan gunungan tumpeng yang diiringi seni tradisional. Setelah mengelilingi kampung, gunungan diletakkan di tengah jalan dan menjadi pusat perhatian warga yang sudah menanti sejak pagi.

Tradisi Grebeg Suro di Toyoresmi bukan hanya seremoni budaya, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya gotong royong, rasa syukur, serta menjaga kearifan lokal di tengah perubahan zaman. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.