Warga Banjarsari Berjuang Mendapatkan Air Bersih

oleh -
oleh
Suyit, warga Dusun Dukuh Dua Banjarsari menunjukkan bak kamar mandinya yang kosong. (Foto: arahjatim.com/nsl)

Jember, ArahJatim.com – Meski musim kemarau hampir berakhir, namun sebagian warga di Jember Jawa Timur masih kesulitan mendapatkan air bersih. Di antaranya bahkan masih harus berjuang memasang pipa sejauh satu kilometer dari sumber air agar air bersih sampai di permukiman mereka.

Seperti yang dilakukan Suyit, 54 tahun, warga Dusun Dukuh Dua Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari Jember. Ia bersama warga lainnya sekitar satu bulan terakhir ini tengah berjuang untuk memperoleh air bersih.

Suyit memperlihatkan bak kamar mandinya yang kosong. Air yang selama ini diandalkan dari sumber air yang disalurkan melalui pipa kian mengecil, bahkan seringkali mati.

pasang iklan_rev3

“Ini sudah kering, kami sulit air bersih, mandi, dan kebutuhan keluarga baik itu memasak atau minum,” keluhnya.

Suyit bersama warga lainnya menyiapkan pipa untuk membuat instalasi air bersih dari sumber mata air. (Foto: arahjatim.com/nsl)

Sebenarnya warga di permukiman dusun ini pernah mendapatkan bantuan sumur bor dan tandon sekitar delapan tahun silam. Warga biasanya mengambil air di tempat tersebut. Akan tetapi saat ini sumber air tersebut sudah tidak bisa diandalkan, sebab debitnya juga mengecil. “Hanya cukup untuk kebutuhan masjid dan warga sekitarnya di Dusun Dukuh Satu,” jelasnya.

Walaupun sebenarnya sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah, namun Suyit menyadari bahwa warga di tempat lain pun sama-sama membutuhkan bantuan. Akhirnya Suyit dan warga sekitarnya berusaha mencari sumber baru untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. “Tapi sulit juga, orang lain sama juga kesulitan (mendapatkan bantuan tersebut), akhirnya kami inisiatif mandiri mengadakan jaringan pemipaan sendiri,” lanjutnya.

Sumber air berada di perbukitan di dusun lain, yakni di Dusun Andongsari, Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Jember. Sekitar 1000 meter atau satu kilometer dari rumahnya.

“Hitung-hitungannya membutuhkan 250 buah lonjor pipa. Bila per pipa harganya Rp4000 ketemu total 10 jutaan rupiah,” rincinya.

Jumlah pipa baru yang dibeli sebenarnya tidak mencukupi, namun masih ada pipa lama yang masih bisa digunakan.

Bila pipa-pipa ini sudah terpasang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga untuk sekitar 75 keluarga. “Bagaimana nanti dusun kami ini memiliki pasokan air bersih yang cukup utamanya saat musim kemarau,” harap Suyit.

Ratusan keluarga di Dusun Dukuh Dua Banjarsari Kecamatan Bangsalsari rawan kesulitan air bersih saat musim kemarau. Selama ini mereka mengandalkan air dari mata air untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sementara bila mengandalkan air dari sumur mereka harus mengebor atau menggalinya hingga kedalaman 15 meter atau lebih. Itupun belum tentu ada airnya saat musim kemaru. Selain itu, tak semua warga mampu membuat sumur. (nsl)

No More Posts Available.

No more pages to load.